Dibangunnya Tugu Pahlawan dalam rangka memperingati pertempuran 10 November 1945 di Surabaya di samping untuk destinasi wisata sejarah yang bisa diakses menggunakan layanan travel Malang Surabaya. Seperti diketahui, pada masa itu arek-arek Suroboyo dengan gagah berani melawan sekutu dan Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.

Monumen ini berbentuk lingga atau paku terbalik dengan tinggi 41,15 meter. Tubuh monumennya sendiri berbentuk lengkungan dengan total 10 lengkungan dan terbagi 11 ruas bermakna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945.

Ada beberapa pendapat siapa pemrakarsa berdirinya Monumen ini, dimana fungsinya demi mengenang peristiwa dengan banyaknya pahlawan yang gugur sehingga selalu menjadi pusat perhatian.

Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.

Baca Juga  Desa Wisata Semen Blitar Juara Satu Kategori Desa Wisata Maju di Ajang ADWI 2022

Disisi lain,  menurut Ir. Soendjasmono, penggagas monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri dan mendapat atensi khusus dari Wali kota Surabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitek lainnya dalam sayembara pemilihan arsitek untuk monumen ini.

Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952. Awalnya ditangani oleh Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja.

Saat itu Tugu Pahlawan direncanakan bertinggi 45 meter, namun karena berbagai kendala akhirnya tinggi yang disepakati adalah 41,15 meter. Diameternya 3,1 meter, namun semakin tinggi diameternya semakin kecil. Tugu ini berbentuk lingga atau paku terbalik. Bagian tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran Trisula bergambar Cakra, Stamba dan Padma sebagai simbol api perjuangan.

Baca Juga  Tatanan Terbaru Kayutangan Heritage Diserbu Pengunjung, Nikmati Alunan Musik dengan Secangkir Kopi

Bagi Anda yang ingin berkunjung kesana, Tugu Pahlawan beralamat di Jalan Pahlawan, Surabaya. Titik Tugu Pahlawan juga dapat dengan mudah Anda temukan apabila menggunakan transportasi online. Pastikan Anda mengenakan pakaian yang nyaman saat mengunjungi Surabaya. Suhu udara di Surabaya lumayan panas, berkisar antara 25-34 derajat celcius.

 



Bramastyo Dhieka Anugerah