INDONESIAONLINE – Zainab RA, putri tertua Nabi Muhammad SAW mengalami kisah cinta yang penuh perjuangan dengan Abul Ash bin Rabi’ seorang pemuka Quraisy. Cinta mereka terhalang perbedaan agama, di mana Zainab telah memeluk Islam, sedangkan Abul Ash masih musyrik.

Perbedaan agama antara keduanya yang diikat oleh perasaan cinta melahirkan berbagai perjuangan, pengorbanan dan hikmah bagi kita semuanya.

Zainab RA dikenal sebagai wanita yang cerdas, sabar, dan teguh pendirian. Ia menikah dengan Abul Ash sebelum kenabian Muhammad SAW. Abul Ash pun mencintai Zainab dengan sepenuh hati.

Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dan Islam mulai berkembang, Zainab RA menjadi salah satu yang pertama memeluknya. Namun, Abul Ash masih belum memeluk Islam.

Baca Juga  Pertama Dalam Sejarah, 10 Ribu Kader Ansor dan Banser di Kabupaten Malang Gelar Apel Merah Putih

Saat Perang Badar terjadi, Abul Ash berada di pihak kafir Quraisy yang berperang melawan kaum muslimin, termasuk Nabi Muhammad SAW.

Zainab RA dilanda dilema. Ia mencintai suaminya, tetapi di sisi lain ia juga beriman kepada Allah SWT dan mendukung perjuangan ayahnya. Doa Zainab RA selalu teriring, memohon kemenangan bagi kaum muslimin dan hidayah bagi Abul Ash.

Kaum muslimin memenangkan Perang Badar. Abul Ash menjadi tawanan dan harus ditebus. Zainab RA rela menebus suaminya dengan kalung pemberian Khadijah RA, ibunda Nabi Muhammad SAW.

Namun, Nabi Muhammad SAW melihat kegelisahan di hati Zainab RA. Beliau pun menasihati Zainab RA bahwa Islam melarang pernikahan antara wanita mukminah dan pria kafir. Dengan berat hati, Zainab RA menerima nasihat ayahnya dan berpisah dengan Abul Ash.

Baca Juga  Ada 5 Minuman Suguhan di Surga, Kamu Suka Mana?

Meskipun berpisah, cinta Zainab RA dan Abul Ash tak pernah pudar. Abul Ash terkesan dengan keteguhan iman Zainab RA dan akhirnya memeluk Islam. Ia pun pergi ke Madinah dan menikah kembali dengan Zainab RA.

Kisah cinta Zainab RA dan Abul Ash menjadi bukti bahwa cinta sejati mampu melewati berbagai rintangan. Keteguhan iman, kesabaran, dan pengorbanan menjadi kunci kebahagiaan mereka.