INDONESIAONLINE – Konten video yang diunggah akun YouTube Mbah Den (Sariden) pada 20 Februari 2024, berjudul “Aliran Sesat Boleh Tukar Pasangan”, menggemparkan publik. Video tersebut menampilkan Samsudin, pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati, Blitar, Jawa Timur, yang menjelaskan tentang ritual “pasangan halal” dalam ajarannya.

Dalam video berdurasi 16 menit 12 detik tersebut, Samsudin menjelaskan bahwa ritual “pasangan halal” merupakan cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ritual ini diklaim dapat menyembuhkan penyakit, melancarkan rezeki, dan membuka pintu jodoh.

Samsudin menuturkan bahwa ritual “pasangan halal” dilakukan dengan cara bertukar pasangan antar suami dan istri. Ritual ini dilakukan di padepokan miliknya dengan didampingi oleh Samsudin dan para pengikutnya.

Baca Juga  Heboh Konten Tukar Pasangan, Polisi Desak Pemilik Klarifikasi

Konten video tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyatakan bahwa ritual “pasangan halal” tidak dibenarkan dalam Islam dan menyesatkan. MUI juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mengikuti ajaran Samsudin.

Klarifikasi Samsudin

Menanggapi kontroversi yang beredar, Samsudin melalui video klarifikasinya di kanal YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati, menyatakan bahwa video “Aliran Sesat Boleh Tukar Pasangan” telah diedit dan dimanipulasi. Ia mengaku bahwa ritual “pasangan halal” tidak seperti yang digambarkan dalam video tersebut.

Samsudin menjelaskan bahwa ritual “pasangan halal” merupakan ritual doa bersama yang dilakukan oleh suami dan istri untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan keluarga. Ia menegaskan bahwa tidak ada praktik pertukaran pasangan dalam ritual tersebut.

Baca Juga  Gus Samsudin Diancam 6 Tahun Penjara Terkait Konten Tukar Pasangan

Terlepas dari klarifikasi Samsudin, konten video tersebut telah membuat masyarakat resah. Hal ini pula yang membuat kepolisian bergerak untuk menyelidiki konten video “Aliran Sesat Boleh Tukar Pasangan”.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa Samsudin dan beberapa orang terkait. Dirmanto menambahkan bahwa polisi masih mendalami apakah ada unsur pidana dalam konten video tersebut.