INDONESIAONLINE – Publik tengah ramai membicarakan pembagian 1.098 sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 miliar dari APBN.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang wajar dalam praktik pemerintahan. Menurut Sugiat, seorang kepala negara memang memiliki alokasi anggaran yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Ia menyebut bantuan tersebut tidak terbatas pada penyaluran hewan kurban semata. “Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” ujar Sugiat, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, bantuan presiden selama ini juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. “Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi, jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” katanya.
Sugiat berharap masyarakat dapat melihat program bantuan kurban tersebut dari sisi manfaat yang diterima warga, terutama saat momentum Idul Adha. Menurut dia, distribusi hewan kurban mampu membantu ribuan masyarakat.
“Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu, khususnya di momen Idul Adha ini,” imbuhnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa penggunaan APBN untuk bantuan kurban baru diterapkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Sugiat menegaskan, kebijakan serupa telah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya dan berlangsung secara berkelanjutan.
“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama,” ungkapnya.
Pada momen Idul Adha 2026, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban. Bantuan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pos bantuan kemasyarakatan presiden dengan total anggaran sekitar Rp 100 miliar.
Keterangan itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2026). “Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar,” ujar Juri.
Dia menjelaskan, ribuan sapi kurban tersebut akan disalurkan ke seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga lembaga pendidikan dan pondok pesantren di berbagai daerah. Menurut Juri, sebanyak 598 ekor sapi akan didistribusikan ke 552 wilayah yang mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Sementara 500 ekor lainnya diperuntukkan bagi lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, serta tokoh masyarakat.
“Jadi, untuk daerah tadi 598. Untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi, semuanya 1.098 ekor sapi,” jelasnya. (rds/hel)











