INDONESIAONLINE – Sebanyak 46 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mendapat kepercayaan untuk mewakili kampus dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia 2026. Mereka akan berkompetisi dalam 18 cabang lomba yang berlangsung pada 4–6 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pelepasan kontingen berlangsung di halaman depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Malang, Jumat (30/10/2026). Rektor UIN Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi secara langsung melepas para peserta sekaligus memberikan motivasi dan pesan khusus sebelum mereka berangkat menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Prof Ilfi menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam OASE bukan sekadar kesempatan untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan dan nama baik almamater.
Dengan penuh kebanggaan, Prof Ilfi menitipkan amanah kepada seluruh mahasiswa agar memberikan kemampuan terbaik sekaligus menjadikan kompetisi tersebut sebagai momentum menghadirkan prestasi bagi kampus yang tengah memperingati usia ke-65 itu.
Dalam arahannya, Prof Ilfi tidak hanya menyampaikan pesan sebagai pimpinan universitas, tetapi juga menitipkan harapan layaknya seorang ibu yang mengantarkan anak-anaknya menuju medan perjuangan.
“Saya titipkan amanah ini di pundak kalian semua. Bawa almamater serta nama baik UIN Malang dan berikan hadiah terindah untuk usia kampus kita yang ke-65. Saya ikut bangga karena kalian adalah anak-anak pilihan. Ini sebagai bentuk kepercayaan saya kepada kalian, para kontingen, para calon juara,” ujarnya.
Prof Ilfi menegaskan bahwa para mahasiswa yang terpilih menjadi bagian dari kontingen merupakan individu-individu yang telah mendapatkan kepercayaan untuk membawa identitas universitas. Oleh sebab itu, kesiapan mereka tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan materi dan kemampuan teknis, tetapi juga harus disertai mental juara.
Prof Ilfi pun mendorong seluruh peserta agar tidak minder ketika berhadapan dengan perwakilan perguruan tinggi lain. Menurut dia, OASE merupakan kesempatan untuk menunjukkan kualitas, kemampuan, serta daya saing mahasiswa UIN Malang di panggung nasional.
Di tengah berbagai persiapan menghadapi perlombaan, rektor juga mengingatkan pentingnya restu keluarga. Ia meminta para mahasiswa menyempatkan diri meminta doa kepada orang tua sebelum berangkat. Baginya, ikhtiar dan kerja keras perlu berjalan beriringan dengan doa orang tua yang menjadi salah satu kekuatan dalam setiap perjuangan.
“Jangan lupa meminta doa dan restu kepada orang tua. Sebelum berangkat berjuang, sampaikan kepada mereka bahwa kalian membawa amanah dan nama baik kampus. Sebab, di balik keberhasilan seorang anak, selalu ada doa orang tua yang tidak pernah berhenti menyertainya. Jangan pernah melupakan itu,” pesannya.
Untuk membakar semangat para peserta, Prof Ilfi kemudian mengibaratkan perjuangan meraih kemenangan seperti pebalap MotoGP yang tengah berlaga di lintasan. Ia meminta mahasiswa memiliki kecepatan, konsentrasi, dan keteguhan dalam mengejar target tanpa sibuk membandingkan diri dengan kompetitor.
“Jadilah seperti pebalap MotoGP. Lari kencang, tidak usah menoleh ke kanan dan kiri. Fokus ke depan dengan tugas masing-masing. Apalagi ketika berada di tikungan, pembalap lain bisa saja menyalip kalian. Jangan sampai karena melihat orang lain, kalian justru kehilangan konsentrasi. Tetap fokus, jaga kecepatan, kuasai lintasan, dan terus melaju sampai garis finis. Jangan berhenti sebelum perjuangan kalian selesai,” tandasnya.
Selain memberikan pesan kepada mahasiswa, Prof Ilfi juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim pembina OASE UIN Malang. Ia mengapresiasi kerja keras para pembina yang telah mendampingi peserta sejak tahapan seleksi, persiapan, hingga proses pembinaan menjelang kompetisi. Menurut rektor, keikutsertaan kontingen dalam ajang nasional tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif berbagai pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan dedikasi untuk mempersiapkan mahasiswa.
Berdasarkan hasil seleksi tim pembina OASE, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirimkan 46 mahasiswa yang akan tampil pada 18 cabang perlombaan. Mereka merupakan peserta terpilih yang akan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai PTKIN di seluruh Indonesia.
Melalui keikutsertaan tersebut, UIN Malang berharap para mahasiswa mampu mempersembahkan hasil terbaik sekaligus menjadi kado prestasi dalam momentum Dies Maulidiyah Ke-65. Berbekal kemampuan, kerja keras, serta doa dan dukungan keluarga, seluruh kontingen diharapkan dapat menuntaskan perjuangan dengan hasil membanggakan.
Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, 46 mahasiswa tersebut kini mengemban tanggung jawab untuk membawa nama baik keluarga, almamater, dan seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (hsa/hel)






