INDONESIAONLINE – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, melakukan Monitoring dan Evaluation (Monev) pelaksanaan KKN Persemakmuran di Kecamatan Pager Wojo, Kabupaten Tulungagung, Jumat (5/8/2022).

KKN Persemakmuran merupakan KKN yang berkolaborasi dengan beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya. KKN ini berkolaborasi dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAIN Ponorogo yang tergabung dalam PTKIN ex-IAIN Sunan Ampel.

Dalam monev tersebut, dipimpin langsung oleh Prof Dr Agus Maimun MPd selaku Kepala LP2M, Ahmad Abtokhi MPd, Sektetaris LP2M); Dr Syaiful Mustofa MPd MA selaku Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan Dr Abdul Aziz MPd selaku Ketua Pusat Penelitian di UIN Maliki Malang.

Baca Juga  Kebangkitan UMKM Indonesia, Dekan FEB Unisma Tekankan Peran Penting Perbankan Syariah

Dijelaskannya, monev dilakukan agar kampus mengetahui informasi terkait perkembangan KKN yang dilakukan, termasuk juga capaian apa yang telah didapatkan selama masa KKN yang kurang lebih sudah berlangsung selama dua minggu.

“Jika memang hasilnya baik, akan didesiminasikan di area Malang juga,” tuturnya.¬†

Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa telah berbaur dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari kegiatan kemasyarakatan, imunisasi di balai desa, kegiatan kebersihan, pendidikan hingga kegiatan keagamaan.

Hal ini tentunya sejalan dengan instruksi dari Kapus Pengabdian Masyarakat UIN Malang, bahwa mahasiswa wajib berbaur dengan semua aktivitas kemasyarakatan. Sebab, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal nantinya ketika para mahasiswa kembali ke tengah masyarakat.

Sekretaris LP2M, Ahmad Abtokhi menambahkan, agar para mahasiswa juga mengkampanyekan kepedulian untuk menjaga lingkungan. Hal ini salah satunya dengan diwujudkan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. 

Baca Juga  Mantapkan Internasionalisasi Kampus, UIN Malang Siapkan Pengembangan Kurikulum Hybrid Learning dan ICLC

Tak dipungkiri, selama ini masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dan kebersihan sungai. Terlebih untuk mereka yang tinggal di kawasan bantaran sungai kerap kali membuang sampah ke sungai. Untuk itulah, ia kemudian memberikan masukan terhadap mahasiswa agar turut serta mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya kebersihan, utamanya disungai.

“Teman-teman mahasiswa juga bisa mencari informasi ke Perhutani setempat, untuk menjalin kerjasama dalam penanaman bibit pohon di pinggiran sungai. Meski sepele (penanaman pohon), ¬†dampaknya akan sangat baik di masa mendatang,” pungkasnya.