INDONESIAONLINE – Kabar duka datang dari dunia usaha dan politik. Anggota DPR RI dari Partai NasDem sekaligus mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (10/7/2026). Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
Kabar duka tersebut disampaikan keluarga melalui akun Instagram resmi. Dalam pernyataannya, keluarga menyampaikan bahwa Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah.
Rachmat Gobel merupakan tokoh nasional yang dikenal sebagai pengusaha dan politikus. Berdasarkan informasi dari Fraksi Partai NasDem DPR RI, ia lahir di Gorontalo pada 3 September 1962 dan merupakan anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh).
Lahir dari keluarga pendiri Kelompok Usaha Gobel, Rachmat telah dipersiapkan sejak dini untuk meneruskan kepemimpinan perusahaan. Ia meniti karier dari bawah dengan menjalani berbagai pekerjaan, mulai sebagai penyapu pabrik saat masih duduk di bangku SMP hingga menduduki berbagai posisi manajerial.
Di bidang pendidikan, Rachmat menyelesaikan studi S-1 Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang, saat berusia 24 tahun. Setelah lulus, ia menjalani praktik kerja di Matsushita Group yang berlokasi di dekat Osaka, Jepang.
Pada 1989, ketika berusia 27 tahun, Rachmat kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel sebagai asisten presiden direktur PT National Gobel, perusahaan yang kini dikenal sebagai PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Kariernya kemudian berkembang tidak hanya di dunia usaha, tetapi juga di pemerintahan dan politik. Rachmat dipercaya menjabat menteri perdagangan pada periode 2014–2015 di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo dengan perolehan 146.067 suara dari total 721.032 suara sah di provinsi tersebut.
Pada periode 2024–2029, Rachmat Gobel mengemban amanah sebagai wakil ketua DPR RI dari Partai NasDem. Di parlemen, ia juga bertugas sebagai anggota Komisi VI dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).
Rachmat dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia. Ia meyakini bahwa keberhasilan sebuah perusahaan bergantung pada kualitas manusianya. Filosofi yang selalu dipegangnya adalah memanusiakan manusia sebagai fondasi dalam membangun organisasi dan bisnis.
Selain aktif di bidang usaha dan politik, Rachmat juga berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional. Ia pernah menjabat ketua harian pengurus pencak silat dan berperan mempromosikan olahraga tersebut hingga dikenal di berbagai negara di Eropa dan Afrika. Kecintaannya terhadap olahraga juga mengantarkannya menjadi ketua harian Panitia Penyelenggara SEA Games Indonesia.
Di daerah asalnya, Gorontalo, Rachmat Gobel mendapat penghormatan berupa gelar adat “Ti Bulilango Hunggia” yang bermakna “Pemberi Cahaya Negeri” sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya bagi masyarakat. (rds/hel)







