INDONESIAONLINE – Manajemen Manchester United (MU) resmi memutus kontrak pelatih Ruben Amorim pada Senin pagi 5 Januari 2026. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah tim ditahan imbang oleh Leeds United dan komentar pedas Amorim yang menyerang jajaran direksi klub.
Data statistik menjadi alasan utama di balik hilangnya kesabaran bos MU Sir Jim Ratcliffe dan jajaran Ineos. Selama 14 bulan masa jabatannya, Amorim mencatatkan angka-angka yang mengkhawatirkan.
Di tangan pelatih asal Porrugal itu, rasio kemenangan total MU hanya 38,1% dari 63 laga. Angka itu merupakan rekor terburuk MU pasca-Sir Alex Ferguson.
Khusus di Premier League selamat dilatih Amorim, performa MU juga buruk. MU hanya menang dalam 32% pertandingan (15 kali menang dari 47 laga). Rata-rata poin pun hanya 1,23 poin per pertandingan dan rasio kebobolan mencapai 1,53 gol per laga.
Faktor Pemicu Pemecatan
Selain hasil di lapangan yang membuat MU tertahan di posisi ke-6 klasemen, terdapat beberapa faktor krusial lainnya yang membuat Amorim dipecat:
- Kritik Terbuka: Amorim secara vokal mengkritik kebijakan transfer manajemen, yang memicu kemarahan Sir Jim Ratcliffe.
- Kekakuan Taktik: Fans dan pengamat mengkritik keras sikap Amorim yang memaksakan sistem 3-4-3 meski komposisi pemain tidak mendukung.
- Ketidakstabilan Ruang Ganti: Sumber internal menyebutkan adanya gesekan terkait kontrol teknis tim dan respons emosional pelatih dalam sesi konferensi pers.
Reaksi Netizen: X.com Terbelah
Hingga Selasa (6/1/2026), nama Amorim masih memuncaki trending topic. Pendapat suporter terbagi menjadi dua kubu besar.
Kubu pro-pemecatan menilai Amorim terlalu egoistis dengan taktiknya, gagal beradaptasi, dan tidak mampu memaksimalkan pemain mahal yang sudah didatangkan.
Sedangkan kubu kontra-pemecatan beranggapan bahwa masalah utama ada pada manajemen (termasuk keluarga Glazer dan struktur baru) yang dianggap sering mengintervensi teknis, serta skuad yang sering dilanda cedera.
Pemecatan ini menjadikan Ruben Amorim sebagai manajer keenam yang kehilangan pekerjaan di Premier League musim 2025/2026. Meskipun dipecat, United dikabarkan tetap harus menanggung gaji Amorim hingga kontrak aslinya berakhir pada Juni 2027. (rds/hel)











