INDONESIAONLINE – Usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Badung Bali dan menghadiri pertemuan Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) wilayah Jawa Timur, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto langsung bertemu dengan para calon kepala sekolah di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Kamis malam (02/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hendy menyerahkan simbolis Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan(STTPP) kepada calon kepala sekolah yang telah menyelesaikan diklat. Diklat tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Dit. PPPGTK).

Bupati Hendy memberikan selamat kepada 60 orang calon kepala sekolah yang telah menyelesaikan diklat.

“Saya sangat bahagia dan bangga kepada Anda semua karena anda lah yang nantinya memimpin para generasi muda kita dalam peningkatan kemampuan SDM sebagai bekal hidup ke depan,” ungkap Bupati Hendy Siswanto.

Baca Juga  Rugi Rp 77,5 Juta, Pemenang Lelang Pembongkaran Pasar Kota Batu Bakal Ajukan Klaim Pekan Depan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menceritakan mengenai hasil dari kunjungan kerjanya ke Kabupaten Badung Provinsi Bali yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 4 Triliun.

“Kenapa bisa demikian, banyak sesuatu yang tidak terpikirkan oleh kita namun menjadi peluang bagi mereka. Contoh pengelolaan sampah yang begitu keren, sampah yang menjijikan menjadi menjanjikan, dimulai dari kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan tidak organik sehingga kemudian diolah oleh pemerintah setempat menjadi penghasilan bagi daerahnya,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Hendy mendorong para calon kepala sekolah nantinya ketika memimpin sekolahnya masing-masing agar mengaplikasikan pembelajaran merdeka bagi murid sesuai arahan Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim.

Baca Juga  Trend Positif IDM 2023: 3 Kecamatan di Kabupaten Malang 100%

“Kalau universitas sekarang sudah memberlakukan kampus merdeka, kalau sekolah pertama dan menengah bisa mengaplikasi sekolah merdeka dengan formula 30 persen di dalam kelas dan 70 persen di luar kelas, jadi langsung banyak prakteknya,” pesannya. (adv)



Moh. Ali Mahrus