PBAK Maliki Muda 2026, Rektor UIN Malang Tekankan Mahasiswa Baru Jadi Calon Pemimpin

Rektor UIN Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi dan jajaran wakil rektor menyapa mahasiswa baru. (ist)

INDONESIAONLINE – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi meminta mahasiswa baru tidak memaknai keberhasilan masuk perguruan tinggi sebatas lolos seleksi. Mereka diminta memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi, karakter, dan kapasitas sebagai calon pemimpin masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Prof Ilfi saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Maliki Muda 2026, Selasa (18/8/2026). “Selamat datang calon pemimpin masa depan. Selamat datang pemimpin-pemimpin baru, pemimpin-pemimpin yang akan datang di bangsa ini, di negara ini,” ujar Prof Ilfi.

Ia menyebut kesempatan menjadi mahasiswa UIN Malang merupakan peluang yang tidak diperoleh semua pendaftar. Rektor menyampaikan terdapat ribuan calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan di UIN Malang, sementara jumlah yang diterima sebanyak 5.022 mahasiswa.

Mahasiswa baru UIN Malang mengikuti PBAK 2026. (ist)

Karena itu, Prof Ilfi meminta mahasiswa baru tidak sekadar bangga menjadi bagian dari almamater. Mereka harus mengubah kesempatan tersebut menjadi prestasi, kemampuan intelektual, serta karakter yang kuat.

“Empat tahun lagi kalian mempunyai masa depan yang cerah. Kalian adalah generasi-generasi pilihan,” ujarnya.

Prof Ilfi juga memaparkan sejumlah capaian UIN Malang yang dapat menjadi motivasi mahasiswa. Sekitar 65 persen program studi telah memperoleh akreditasi unggul. Persentase tersebut ditargetkan meningkat menjadi 80 persen dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Sementara itu, sekitar 30 persen program studi telah mengantongi akreditasi internasional. Pada tahun ini, kampus juga menargetkan pengajuan akreditasi internasional untuk sekitar 30 persen program studi lainnya.

Di tingkat global, Prof Ilfi menyebut UIN Malang pada 2025 menempati peringkat 101-150 dunia versi QS UR untuk bidang Islamic Studies. Sedangkan berdasarkan UniRank, UIN Malang berada di peringkat ke-21 perguruan tinggi Islam dunia.

Mahasiswa baru UIN Malang berfoto bersama Rektor Prof Ilfi. (ist)

Meski demikian, ia mengingatkan mahasiswa bahwa prestasi institusi tidak otomatis menjadi prestasi individu. Mahasiswa tetap harus aktif mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan.

“Jangan sia-siakan waktu terbuang. Di sini empat tahun itu waktu yang sedikit, tidak panjang. Kalian punya waktu, maka pergunakan sebaik-baiknya,” pesannya.

Dorong Mahasiswa Wujudkan Green Campus

Prof Ilfi juga mengajak mahasiswa ikut menjaga lingkungan kampus. Menurut dia, pengelola tidak mungkin mengawasi seluruh area kampus selama 24 jam sehingga kesadaran menjaga lingkungan harus tumbuh dari mahasiswa.

Ia mendorong penerapan konsep Green Campus dengan mengurangi penggunaan plastik, termasuk ketika mahasiswa tinggal di ma’had. “Kita jadikan kampus ini menjadi green campus karena ini adalah ajaran dari agama kita. Maka jangan banyak menggunakan plastik untuk kebutuhan sehari-hari ketika nanti berada di ma’had,” ujarnya.

Selain persoalan lingkungan, Prof Ilfi menekankan pentingnya ma’had sebagai ruang pembentukan karakter. Ia menegaskan ma’had tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal mahasiswa pada tahun pertama.

“Ma’had adalah tempat pembentukan karakter. Ma’had adalah tempat belajar tentang keislaman. Ma’had tempat belajar toleransi, keberagaman, dan keberagamaan,” katanya.

Suasana kegiatan PBAK 2026 di UIN Malang. (ist)

UIN Malang juga memiliki Hai’ah Tahfidh Al-Qur’an (HTQ) yang menaungi sekitar 3.000 penghafal Al-Qur’an. Mahasiswa yang belum menyelesaikan hafalan 30 juz tetap mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan hingga lulus.

Sementara itu, Pusat Pengembangan Bahasa memberikan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris tanpa biaya tambahan. Kemampuan bahasa tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik yang semakin global.

Prof Ilfi juga meminta mahasiswa tidak hanya mengandalkan materi perkuliahan. Mereka didorong untuk rajin membaca buku, memanfaatkan perpustakaan, mempelajari literatur Arab dan Inggris, serta membaca artikel dan jurnal internasional.

“Kunci keberhasilan bukan hanya dari kelas, bukan hanya mendengarkan dari dosen, tetapi harus berpikir kritis, pergi ke perpustakaan, membaca literatur-literatur yang berbahasa Arab ataupun berbahasa Inggris, membaca artikel, jurnal-jurnal yang internasional,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa mempelajari tradisi intelektual para ilmuwan Muslim. Mahasiswa Tarbiyah dapat meneladani Fatimah al-Fihri, mahasiswa Syariah mempelajari perjalanan keilmuan Imam Syafi’i, mahasiswa Sains mengenal Al-Khawarizmi, Al-Haitsam dan Ibn Hayyan, sementara mahasiswa Ekonomi dapat mempelajari pemikiran Ibn Khaldun, Abu Yusuf dan Al-Maqrizi.

Menurut Prof Ilfi, mahasiswa harus memiliki kemampuan yang tidak terbatas pada bidang keilmuan utama. Wawasan keislaman, kemampuan lintas disiplin, serta karakter juga perlu dikembangkan.

Ia turut mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga diri ketika memasuki lingkungan pergaulan yang lebih luas. Mahasiswa diminta menjauhi narkoba, minuman keras, perilaku seksual bebas, serta lingkungan pergaulan yang dapat merusak masa depan.

“Ketika nanti setelah keluar dari ma’had satu tahun, kalian sudah dibentuk dan kalian sudah kuat. Maka jika melakukan penyelewengan adalah pengkhianatan terbesar kepada orang tua dan agama,” tegasnya.

PBAK Tanpa Perploncoan

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang Ita Hidayatus Sholihah SAg MM menjelaskan bahwa pesan tersebut sejalan dengan konsep PBAK Maliki Muda Arka Dharma 2026 yang mengusung tema “Sinergitas Mahasiswa Menuju UIN Malang Berdikdaya”.

Menurut Ita, PBAK tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi tahap awal membangun kolaborasi, budaya akademik yang sehat, inovatif dan produktif, serta karakter Ulul Albab.

“Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi, kebersamaan, budaya akademik yang sehat, inovatif, produktif, sekaligus penguatan karakter Ulul Albab: kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional,” jelasnya.

PBAK 2026 dilaksanakan berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 dan Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor 1547 Tahun 2026.

PBAK tingkat universitas berlangsung pada 17-19 Agustus 2026. Kemudian dilanjutkan dengan PBAK tingkat fakultas pada 20-23 Agustus 2026. Untuk tingkat universitas, kegiatan digelar di Kampus 1 dan Kampus 3.

Di Kampus 1, sebanyak 3.397 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PBAK. Mereka terdiri dari 1.141 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 626 mahasiswa Fakultas Syariah, 759 mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta 871 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi.

Sebanyak 385 orang terlibat sebagai panitia, terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Hari pertama PBAK diisi dengan orientasi lingkungan kampus, pengenalan unit kegiatan mahasiswa, campus tour, serta kegiatan kebersamaan berupa paper mob dan mozaik. Hari kedua diarahkan pada pengenalan kebijakan dan budaya akademik melalui materi dari pimpinan universitas, fakultas, lembaga, unit terkait, serta pemateri internal dan eksternal.

Konsep green campus juga diterapkan dalam pelaksanaan PBAK. Mahasiswa diwajibkan membawa tumbler untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Konsep paper mob pun diubah agar tidak menghasilkan banyak sampah. Jika sebelumnya menggunakan kertas khusus, tahun ini materi paper mob dicetak di buku panduan mahasiswa yang juga berisi petunjuk teknis, rundown, dan berbagai lampiran kegiatan.

“Kali ini paper mob dicetak di buku adik-adik semua yang saat ini dibawa. Di buku itu adik-adik bisa melihat petunjuk teknis, rundown acara, bahkan sampai lampiran-lampiran paper mob yang berwarna-warni,” terang Ita.

Selain ramah lingkungan, pelaksanaan PBAK juga diarahkan agar berlangsung edukatif dan humanis. Panitia menegaskan tidak ada ruang untuk perploncoan, intimidasi, bullying, kekerasan, diskriminasi maupun pelecehan seksual.

“PBAK bukanlah ruang untuk melakukan perploncoan, intimidasi, bullying, kekerasan verbal maupun fisik, diskriminasi, pelecehan seksual, ataupun tindakan yang merendahkan harkat dan martabat peserta,” tegas Ita.

Panitia juga memastikan peserta tidak dikenai pungutan atau pembayaran dalam bentuk apa pun.

Ita menambahkan, keberhasilan PBAK tidak ditentukan oleh kemeriahan seremoni atau banyaknya kegiatan. Lebih dari itu, PBAK diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu dan keislaman, berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (ars/hel)