INDONESIAONLINE – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) mendorong optimalisasi pertumbuhan anak melalui edukasi mengenai kesehatan tulang, gizi seimbang, dan pemantauan kondisi kesehatan. Kegiatan tersebut digelar di SD Muhammadiyah 08 Dau, Kabupaten Malang, pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Pengetahuan Osteologi Sederhana dan Optimalisasi Pertumbuhan dengan Formulasi Gizi Tepat di SD Muhammadiyah 08 Dau Kabupaten Malang” ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan wali murid.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diketuai dr Rokhmatul Asiyah MBiomed, bersama anggota dr Tisnalia Merdya MKes, dr Deka Miftalia SpPA, dan dr Dyta Loverita SpOG. Pelaksanaannya turut melibatkan mahasiswa FK UM dan FIK (Fakultas Ilmu Keolahragaan) UM.

Materi edukasi mencakup pengenalan osteologi sederhana, mulai dari struktur dan fungsi tulang hingga pertumbuhan dan remodeling. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya masa kanak-kanak sebagai periode untuk mendukung perkembangan tulang melalui asupan gizi dan aktivitas fisik yang tepat.
Tim FK UM menjelaskan sejumlah nutrisi yang berperan dalam pertumbuhan tulang, seperti energi, protein, kalsium, fosfor, vitamin D, vitamin K, magnesium, serta berbagai mikronutrien lainnya. Peserta juga diperkenalkan dengan sumber pangan bergizi, antara lain susu dan produk olahannya, telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah-buahan. Keragaman makanan tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan pola makan seimbang.
Selain edukasi, tim melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak untuk memperoleh data indeks massa tubuh (IMT/BMI). Pemeriksaan kesehatan anak juga dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

Pengukuran dan pemeriksaan tersebut menjadi sarana bagi orang tua untuk memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan serta deteksi dini terhadap kondisi kesehatan anak yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 81,4 persen pada pre-tes menjadi 96,3 persen pada pos-tes. Peningkatan tersebut menunjukkan edukasi yang menggabungkan materi osteologi, pertumbuhan, gizi, dan kesehatan anak memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai kebutuhan gizi anak, kesehatan tulang, kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga pemantauan pertumbuhan. Kehadiran mahasiswa juga membantu pelaksanaan edukasi serta pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 08 Dau Maskurniawati SPd mengapresiasi kegiatan yang diberikan FK UM. Menurut dia, edukasi secara langsung kepada guru, tenaga kependidikan, dan wali murid memberikan manfaat dalam meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan orang tua karena memberikan pengetahuan yang praktis mengenai kesehatan tulang, gizi, dan pertumbuhan anak. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal,” ujar Maskurniawati.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut Maskurniawati, pemeriksaan kesehatan dan pengukuran IMT memberikan informasi penting bagi orang tua dalam memantau kondisi serta pertumbuhan anak.
Program pengabdian tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan serta SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, FK UM berupaya memperkuat edukasi kesehatan berbasis komunitas. Sinergi antara tim pengabdian, mahasiswa, pihak sekolah, dan wali murid diharapkan dapat membantu mendukung pertumbuhan anak secara optimal serta membentuk generasi yang sehat, aktif, dan berkualitas. (rds/hel)







