Gagal Dengan Tali, Pria Tulungagung Ini Berhasil Akhiri Hidup dengan Obat Padi

INDONESIAONLINE – Gagal mengakhiri hidup dengan tali, seorang pria berinisial SY (50) petani asal Desa Siyotobagus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, ditemukan tewas di area Gogo atau ladang. Penemuan jasad SY ini awalnya diketahui oleh saksi bernama Priyatno (52) dan Sayit (30) pemilik gogo di TKP wilayah desa/Kecamatan Besuki, Selasa (26/7/2022) pukul 10.00 wib.

“Benar, Polsek Besuki telah menerima laporan dari masyarakat adanya orang meninggal dunia diarea gogo,” kata Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori.

 

Lanjut, Iptu Anshori menurut keterangan keluarga, sebelumnya yakni pada Sabtu (23/7/2022) sekitar pukul 04.00, SY sudah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Namun sudah sempat diketahui oleh istrinya, lalu korban pergi dari rumah,” ujarnya.

Keluarga sempat mencari keberadaan SY, anaknya berpapasan di Desa Gombang, Kecamatan Pakel.

“Saat itu, korban lari dan meninggalkan pelapor dan tidak diketahui keberadaannya lagi,” imbuhnya.

Sebelum penemuan, dua saksi Prayitno bertemu dengan Sayit lalu mengobrol. 

“Setelah selesai mengobrol, dua saksi ini masuk ke dalam gogo untuk memetik pisang namun pada saat mulai berjalan sekitar 10 meter, keduanya melihat satu unit sepeda motor dan ada orang yang tergeletak,” ungkap Anshori.

Setelah dihampiri, ternyata diketahui bahwa yang dilihatnya adalah SY dalam keadaan telah tidak bernyawa.

“Kemudian saksi memberitahukan ke keluarga dan dilanjutkan laporan ke Polsek Besuki,” imbuhnya.

 

Sehari sebelumnya, ada warga yang mengetahui SY sedang mondar mandir di sekitar area gogo sekira dari jam 14.00 sampai 16.00 Wib.

Saat ditemukan, di dekat jasad SY ditemukan sepeda motor jupiter warna biru kombinasi silver Nopol AG 5452 RDJ dan korban memakai baju batik warna coklat.

“Menurut keterangan pihak keluarga menderita gangguan kejiwaan dan sering kambuh,” jelasnya.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar jenazah oleh Petugas Medis Puskesmas Besuki dan Tim Inafis Polres Tulungagung, kematian SY akibat minum insektisida atau obat padi merk Sankin warna hijau.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.

 

—- Catatan Redaksi —-

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

You May Also Like

Selesai Dibangun, Bupati Resmikan Gedung Utama Sarja Arya Racana dan Kantor Satreskrim Polres Tulungagung 

JATIMTIMES – Renovasi  Mapolres Tulungagung, yaitu gedung utama Sarja Arya Racana dan…

Ferdy Sambo Terlibat Dugaan Pembunuhan Berencana, Kapolri Bubarkan Satgassus Polri

INDONESIAONLINE – Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan…