Persib Juara Super League 2025-2026 Usai Imbang 0-0 Lawan Persijap

Persib Juara Super League 2025-2026 Usai Imbang 0-0 Lawan Persijap
Persib Bandung pastikan gelar juara Super League 2025-2026 usai imbang 0-0 lawan Persijap Jepara di GBLA, koleksi 79 poin unggul head to head dari Borneo FC (Ist)

Persib Bandung pastikan gelar juara Super League 2025-2026 usai imbang 0-0 lawan Persijap Jepara di GBLA, koleksi 79 poin unggul head to head dari Borneo FC.

INDONESIAONLINE – Euforia kegembiraan pecah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026) sore WIB, saat peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan pekan ke-34 Super League 2025-2026 antara Persib Bandung kontra Persijap Jepara dibunyikan. Hasil imbang tanpa gol sudah cukup bagi pasukan Maung Bandung untuk mengunci gelar juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia dengan koleksi 79 poin, unggul rekor head to head dari Borneo FC yang juga mengumpulkan poin sama namun menelan kekalahan di pertemuan langsung.

Laga yang dihadiri 38.127 penonton membludak sesuai data resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini sejatinya menjadi laga hidup-mati bagi Persib. Sebelum kick-off, Persib dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 76 poin, namun Borneo unggul selisih gol +47 banding +41 milik Persib.

Namun, kemenangan tipis 1-0 Borneo atas Persib di pekan ke-29 lalu membuat Pelatih Bojan Hodak menekankan pentingnya minimal meraih hasil imbang di laga penutup.

“Kami tahu Persijap punya pertahanan yang sangat solid, jadi kami tidak memaksakan diri mencari kemenangan dengan mengabaikan keseimbangan tim. Hasil imbang sudah cukup, dan pemain menjalankan instruksi dengan sangat disiplin,” ujar Bojan usai laga.

Persijap Jepara yang baru promosi ke Super League musim ini tampil di luar dugaan, mematahkan dominasi penguasaan bola Persib yang mencapai 62% sepanjang laga. Pasukan Mario Lemos mencatatkan 11 tekel sukses dan 6 blokir tembakan, menjaga gawang Muhammad Ardiansyah tetap perawan meski diterpa serangan bertubi-tubi.

Pelatih Persijap Mario Lemos mengaku bangga dengan performa timnya. “Kami datang ke Bandung bukan untuk sekadar bertahan, tapi kami menjaga disiplin formasi 4-2-3-1 yang membuat Persib kesulitan menciptakan peluang bersih. Saya senang bisa memberikan perlawanan sengit bagi calon juara,” kata Mario.

Babak pertama berjalan ketat, Persib membuka ancaman melalui tendangan spekulatif Thom Haye di menit ke-4 yang melambung di atas gawang. Persijap membalas lewat tandukan Wahyudi Hamisi di menit ke-10, namun masih bisa diamankan Teja Paku Alam.

Peluang emas didapat Adam Alis di menit ke-23 setelah menerima umpan terobosan Thom Haye, namun sepakannya dari jarak 12 meter masih bisa ditepis Ardiansyah. Kiper Persijap kembali menjadi pahlawan di menit ke-43, menepis tendangan melengkung Adam Alis dari luar kotak penalti.

Di sisi lain, Teja Paku Alam melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-38, menepis tembakan keras Rendy yang memanfaatkan umpan silang Carlos Franca. Skor 0-0 menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Bojan Hodak memasukkan Luciano Guaycochea untuk menambah daya gedor, namun perubahan ini belum langsung membuahkan hasil. Andrew Jung mendapat dua peluang emas di menit ke-57 dan 68, namun keduanya masih bisa digagalkan Ardiansyah yang tampil gemilang dengan total 6 penyelamatan sepanjang laga.

Julio Cesar yang masuk di menit ke-80 nyaris mencetak gol lewat sundulan di menit ke-88, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0, memastikan Persib mengoleksi 79 poin.

Di laga lainnya, Borneo FC sukses menghancurkan Malut United dengan skor telak 7-1 di Stadion Segiri Samarinda. Kemenangan tersebut membuat Borneo mengoleksi 79 poin, sama persis dengan Persib. Namun, sesuai regulasi PSSI 2025, penentuan peringkat apabila poin sama didasarkan pada rekor head to head terlebih dahulu.

Sepanjang musim 2025-2026, Persib berhasil mengalahkan Borneo FC 2-1 di GBLA (pekan ke-12) dan 1-0 di Segiri (pekan ke-29), sehingga aggregate head to head Persib unggul 3-1. Hasil ini membuat Borneo FC harus puas finis di peringkat kedua, sementara Persib resmi mengangkat trofi juara.

Statistik resmi LIB menunjukkan Persib tampil dominan sepanjang musim 2025-2026. Dari 34 pekan, Maung Bandung meraih 23 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Mereka mencetak 62 gol dan hanya kebobolan 21 gol, menjadikan Teja Paku Alam kiper dengan clean sheet terbanyak (14 kali) di liga.

“Ini bukan hanya kemenangan tim pelatih, tapi kemenangan seluruh pendukung Persib yang selalu setia mendukung dari tribun maupun rumah. Kami sudah bekerja keras sejak pramusim, dan hasil ini sangat pantas kami dapatkan,” ujar Teja Paku Alam usai menerima trofi.

Keberhasilan Persib merebut gelar juara Super League 2025-2026 juga membawa keuntungan finansial dan kompetitif. Sesuai kontrak kerja sama dengan LIB, juara Super League akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp15 miliar, naik Rp3 miliar dari musim sebelumnya.

Selain itu, Persib secara otomatis lolos ke babak grup AFC Champions League 2027-2028, turnamen antarklub tertinggi di Asia. “Target kami musim depan adalah bersaing di level Asia, kami akan berbenah di bursa transfer untuk memperkuat skuad agar bisa bersaing dengan klub-klub Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi,” tambah Bojan Hodak.

Bagi Persijap Jepara, hasil imbang ini memastikan mereka finis di peringkat ke-12 klasemen akhir, jauh di atas ekspektasi awal yang hanya menargetkan bertahan di Super League. “Musim ini adalah musim pembelajaran bagi kami, hasil melawan Persib membuktikan kami bisa bersaing dengan tim-tim besar. Kami akan terus berbenah untuk musim depan,” ujar Mario Lemos.

Euforia perayaan juara berlangsung meriah setelah laga. Ribuan suporter Persib yang tadinya menunggu di luar stadion membanjiri area GBLA, menyanyikan yel-yel khas Maung Bandung. Para pemain mengangkat trofi juara di depan tribun selatan, disambut suara gemuruh penonton. Bojan Hodak dan jajaran pelatih pun ikut merayakan dengan penuh sukacita.

Gelar juara ini menjadi yang keempat bagi Persib di era Super League, setelah sebelumnya meraih gelar pada 2014, 2017, dan 2022. Keberhasilan ini juga mematahkan dominasi klub dari luar Jawa yang sempat mendominasi dua musim terakhir.

“Ini kado terindah bagi warga Jawa Barat, khususnya Bobotoh di seluruh dunia. Persib pulang ke rumah juara,” tutup Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita.