INDONESIAONLINE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pembangunan Kota Malang. Hal itu diungkap Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang bertemu dengan Jokowi belum lama ini.

Pertemuan tersebut bertepatan dengan agenda penganugerahaan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2024.  Dalam kesempatan tersebut, Kota Malang berhasil mendapat predikat Kota Terbaik I pada PPD 2024.

Wahyu pun sempat menjelaskan program perencanaan pembangunan Kota Malang hingga mendapat penghargaan kepada Presiden Joko Widodo. “Pak Presiden saat meninjau stan Kota Malang, kami langsung menyampaikan dan berdiskusi dengan Pak Presiden serta Pak Bappenas. Yang saat itu melihat sejauh mana perencanaan pembangunan daerah di Kota Malang,” ungkap Wahyu, Selasa (7/5/2024).

Berbekal pengalamannya yang bergerak dalam bidang tata kota, dengan percaya diri Wahyu menceritakan capaian pembangunan di Kota Malang. Termasuk salah satunya terkait Kayutangan Heritage.

Baca Juga  Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Rancang RKPD Tahun 2023 lewat Konsultasi Publik

“Pak Presiden juga bertanya kenapa Kota Malang ini bisa menjadi terbaik pertama. Ya saya jelaskan juga kemarin. Kebetulan sekali, basic saya ini kan tata kota, jadi sangat berhubungan dan Pak Presiden juga memberikan jempol sembari tersenyum,” ujar Wahyu menceritakan respons Presiden Jokowi.

Di sisi lain, Wahyu mengatakan bahwa tolok ukur kinerja suatu pemerintah daerah (pemda) adalah progres pembangunan daerahnya masing-masing. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.

“Pak Presiden juga menyampaikan, kinerja kepala daerah salah satunya adalah bagaimana mulai dari perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian suatu pembangunan itu dapat berjalan dengan baik,” kata Wahyu.

Sebagai informasi, penghargaan PPD yang diraih Kota Malang pada tahun 2024 ini meningkat. Sebab,  tahun 2023 lalu, Kota Malang hanya menempati urutan ketiga untuk penghargaan yang sama.

Baca Juga  KSP: Jokowi Selalu Dengarkan Suara Buruh

Salah satu hal yang menjadi modal besar bagi Kota Malang adalah Kayutangan Heritage. Untuk itu, di hadapan tim penilai PPD beberapa waktu lalu, dengan percaya diri Wahyu  mempromosikan dan memaparkan secara detail terkait Kayutangan Heritage. Terutama inovasi aktivasi kawasan Kayutangan Heritage ini dapat memberikan dampak yang cukup luas bagi Kota Malang. Setidaknya, keberadaan Kayutangan Heritage telah terbukti mampu menjadi magnet baru bavi wisatawan di Kota Malang.

Hal itu turut menjadi bekal bagi Kota Malang untuk melakukan berbagai skema dalam upaya penguatan ekonomi kreatif hingga berdampak dalam menciptakan multiplayer effect IPM tertinggi se-Jatim (84.00) dan angka kemiskinan terendah kedua se-Jatim (4,26%). (rw/hel)