INDONESIAONLINE – Kuku adalah bagian tubuh manusia yang bisa terus tumbuh. Biasanya saat kuku mulai panjang akan dipotong agar tetap bersih dan rapi.

Mungkin selama ini banyak yang asal potong kuku karena menganggap ini hal biasa. Namun, ternyata ada urutan yang benar dalam memotong kuku sesuai ajaran Islam. 

Dilansir dari sebuah video di kanal YouTube Adi Hidayat Official pada 28 Januari 2022, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan urutan potong kuku yang benar sesuai ajaran Islam. 

Awalnya, Ustaz Adi Hidayat membacakan sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

“Fitrah itu ada 5, yakni berkhitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut atau mencukur bulu ketiak, menipiskan kumis dan memotong kuku,” ujar Ustaz Adi Hidayat. 

Baca Juga  Sedang Mengalami Insomnia Parah? Bacalah Doa yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW Ini

Potong kuku menjadi fitrah, karena sudah merupakan sifat melekat atau sifat bawaan manusia untuk hidup lebih bersih, rapi dan indah. Dalam Islam sendiri ternyata diajarkan tentang bagaimana caranya memotong kuku yang baik.

Sunnah memotong kuku terus dicontohkan oleh para ulama, salah satunya yakni Iman Nawawi. Urutan potong kuku yang pertama diawali dengan jari tangan kanan dahulu dan diawali dengan membaca bismillah agar bernilai ibadah.

“Mulai dari sini, telunjuk, berpindah ke kelingking, ke jari manis, jari tengah, kemudian jempol,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Setelah kuku jari tangan kanan selesai, maka pindah untuk memotong kuku jari kiri.

“Mulai dari kelingking, kemudian jari manis, jari tengah, telunjuk, jempol,” lanjut Ustaz Adi Hidayat. 

Baca Juga  Jadi Hewan Haram tapi Setia Pada Tuannya, Begini Proses Penciptaan Anjing

Kemudian, setiap kuku yang dipotong sebaiknya dikumpulkan, seperti dikumpulkan di atas tisu lalu dikubur.

Hal tersebut dilakukan karena ada 2 hikmah yang dikandungnya. Meskipun hal ini bukan sebuah kewajiban, namun dianjurkan untuk dilaksanakan

“Tujuan pertama adalah untuk menghormati bagian tubuh yang Allah ciptakan sehingga bisa menjaga kemuliaannya,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Kedua, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, seperti bagian tubuh tersebut digunakan tukang sihir atau yang lainnya.



Desi Kris