Beranda

Prabowo Bandingkan Efisiensi RI dengan Program Trump dan Musk

Prabowo Bandingkan Efisiensi RI dengan Program Trump dan Musk
Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat. (kompas tv)

INDONESIAONLINE – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintahannya berhasil menghemat anggaran negara lebih dari US$ 18 miliar atau sekitar Rp 304,79 triliun pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Pernyataan itu disampaikan saat berbicara di hadapan kalangan pengusaha Amerika Serikat dalam forum Business Summit di Kamar Dagang AS, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Prabowo menjelaskan, penghematan tersebut berasal dari pemangkasan inefisiensi serta penghentian proyek-proyek yang dinilai tidak produktif. Ia menilai langkah efisiensi yang dilakukan Indonesia memiliki kemiripan dengan kebijakan pemerintah AS melalui lembaga Department of Government Efficiency (DOGE) yang dibentuk Presiden Donald Trump dan sempat dipimpin orang terkaya di dunia Elon Musk.

Meski demikian, Prabowo menyebut upaya rasionalisasi anggaran di Indonesia telah lebih dulu dijalankan beberapa bulan sebelum inisiatif serupa di Amerika Serikat. Ia mengaku optimistis langkah tersebut memberi dampak positif bagi tata kelola fiskal.

Dalam paparannya, Prabowo mencontohkan sejumlah kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Antara lain mengurangi kegiatan seremonial yang dinilai tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, selama ini anggaran pemerintah banyak terserap untuk perayaan hari jadi kementerian, pemerintah daerah, maupun institusi lain.

“Setiap institusi pemerintah menghabiskan cukup banyak uang untuk upacara atau seremonial. Jika itu adalah budaya kita, kita harus mengakui bahwa itu adalah kelemahan,” ucap Prabowo.

Ia kemudian memutuskan agar peringatan hari ulang tahun instansi cukup dilakukan secara sederhana di lingkungan kantor, tanpa seremoni besar yang memerlukan biaya tinggi. Kebijakan itu diambil demi menjaga penggunaan anggaran tetap rasional.

Selain itu, pemerintah memperketat perjalanan dinas luar negeri yang dianggap tidak relevan. Prabowo menilai sejumlah kunjungan studi banding sebelumnya tidak efektif. Bahkan ada yang dilakukan saat negara tujuan tengah libur nasional sehingga tidak menghasilkan manfaat.

Presiden menegaskan komitmennya melanjutkan reformasi efisiensi anggaran sepanjang masa pemerintahannya. Ia mengakui kebijakan tersebut sempat memicu penolakan, namun menilai langkah penghematan penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan kepastian ekonomi serta hukum di Indonesia. (rds/hel)

 

Exit mobile version