INDONESIAONLINE – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan segera kembali aktif menyapa masyarakat setelah kondisi kesehatannya disebut hampir sepenuhnya pulih. Mantan kepala negara itu direncanakan mulai melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Indonesia pada Juni 2026.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik usai bertemu Jokowi bersama sejumlah relawan pada 1 Mei 2026. Menurut Freddy, Jokowi menyebut kesehatannya telah membaik hingga 99 persen.
Freddy mengatakan, Jokowi berencana kembali berkeliling ke berbagai wilayah untuk bertemu langsung dengan masyarakat. “Relawan akan turut mendampingi Pak Jokowi saat mengunjungi daerah-daerah,” ungkapnya.
Selain bertemu relawan, Jokowi juga sempat melakukan pembicaraan tertutup dengan Ketua Umum Projo Budi Arie selama sekitar 20 hingga 30 menit. Dalam pertemuan tersebut, keduanya disebut membahas situasi politik nasional dan keberlanjutan sejumlah program pemerintahan Jokowi.
Freddy mengungkapkan, hingga kini Jokowi masih sering menerima kunjungan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh daerah dan kepala desa dari sejumlah wilayah di Indonesia. Karena itu, Jokowi dinilai masih memahami perkembangan kondisi sosial, ekonomi, dan politik nasional.
Tak hanya itu. Jokowi juga dikabarkan rutin menerima laporan dan hasil survei mengenai situasi terkini di Indonesia. Kepada para relawannya, ia disebut berpesan agar terus membantu masyarakat serta bersiap menghadapi berbagai kemungkinan kondisi ke depan.
Sebelumnya, Jokowi juga pernah menyatakan kesiapannya untuk turun langsung membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar pada Januari 2026.
Dalam pidatonya kala itu, Jokowi menegaskan dirinya siap bekerja keras demi membantu PSI, termasuk turun ke berbagai provinsi, kabupaten, hingga kecamatan apabila diperlukan.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali sebelumnya juga menyebut Jokowi berkomitmen membantu perjuangan partai tersebut menuju Pemilu 2029. Namun, menurut Ali, Jokowi sempat diminta menjaga kondisi fisiknya dan tidak terlalu memforsir tenaga karena pertarungan politik dinilai masih panjang.
Adapun kondisi kesehatan Jokowi sempat menjadi perhatian publik setelah muncul iritasi kulit usai kunjungan kerja ke Vatikan pada 2025 lalu. Bercak kemerahan yang terlihat di wajah dan lehernya memicurŕ berbagai spekulasi.
Meski demikian, ajudan Jokowi Kompol Syarif memastikan kondisi tersebut hanya alergi kulit biasa dan bukan penyakit serius. Saat itu, Jokowi disebut menjalani masa pemulihan dengan pengawasan tim medis serta dianjurkan mengurangi aktivitas luar ruangan yang terpapar panas matahari. (rds/hel)













