Operasi upaya penertiban kios liar di wilayah Kecamatan Tumpang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES – Keberadaan kios liar di Kabupaten Malang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab. Satpol PP Pemkab Malang dituntut menertibkan kios liar yang bertebaran di banyak tempat itu.

Sekitar Gondanglegi, misalnya,  saat ini juga masih ada satu kawasan yang masih terus dipantau oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Kios-kios ini ada di sekitar Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi. Tepatnya berdiri di sisi utara Puskesmas Gondanglegi. Kios-kios itu  berdiri di sepadan aliran sungai yang berada dalam  kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. 

Terbaru, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang juga tengah memantau hal serupa di sekitar Desa Jeru, Kecamatan Tumpang. Di sana ditemukan ada dua kios yang berdiri di tempat yang tidak semestinya. 

Baca Juga  Dewan Bondowoso Sebut Distribusi Bantuan Langsung Tunai DBCHT 2021 Tak Maksimal

“Kalau secara umum di Kabupaten Malang itu nggak banyak. Cuma, ada saja kios liar yang berdiri,” ujar Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kabupaten Malang Bowo. 

Dalam penindakannya, satpol PP  masih melakukan dengan cara-cara yang humanis. Tujuannya agar penindakan tidak mengarah pada penertiban. Dan pemilik kios  mau membongkar kiosnya secara mandiri. 

“Untuk saat ini, pasca-penertiban di Gondanglegi, masih belum ada lagi. Masih kami lakukan pemantauan dan pengawasan dulu. Mana-mana saja yang perlu ditangani atau memang perlu ditertibkan,” terang Bowo. 

Salah satu titik lagi yang juga dipantau oleh Satpol PP Kabupaten Malang adalah di depan area Stadion Kanjuruhan. Pantauan di lapangan, memang ada sejumlah pedagang yang berjualan di area tersebut. Para pedagang ini kebanyakan berjualan dengan menggunakan tenda semi permanen. 

Baca Juga  Laksanakan Prinsip Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Selama 2021 Ngalam 112 Terima 524 Laporan

“Itu kan bagian dari jalan. Kan tidak semestinya harus terjadi. Di situ sudah beberapa kali kami kasih sosialisasi. Tapi masih kita pantau dan masih menunggu waktu,” pungkas Bowo. 



Riski Wijaya