INDONESIAONLINE – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasukkan unsur seni dan budaya dalam pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FST 2026. Salah satu bentuknya diwujudkan melalui pertunjukan tari tradisional yang ditampilkan oleh perwakilan mahasiswa FST di hadapan mahasiswa baru.
Kehadiran pertunjukan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian PBAK. FST UIN Malang menjadikannya sebagai sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Konsep PBAK FST 2026 dirancang tidak hanya untuk membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat karakter, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada peserta.
FST UIN Malang menilai pemahaman terhadap budaya memiliki peran dalam membentuk generasi akademik yang memiliki wawasan luas. Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung pesat dinilai perlu diimbangi dengan kesadaran mahasiswa terhadap identitas serta kekayaan budaya bangsa.
Penampilan tari oleh mahasiswa FST juga menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak semata-mata berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seni dan budaya turut memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter sekaligus pengembangan bakat dan potensi mahasiswa.
Melalui pertunjukan tersebut, mahasiswa baru dapat mengenal seni tradisional dalam suasana kehidupan kampus. Penyisipan kesenian tradisional dalam kegiatan akademik menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dan kemajuan pendidikan tetap perlu berjalan seiring dengan upaya mempertahankan warisan budaya.
FST UIN Malang juga terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari akademik, organisasi, seni, hingga kreativitas. Keterlibatan mahasiswa dalam pertunjukan tari menjadi salah satu contoh ruang ekspresi sekaligus bentuk partisipasi dalam upaya pelestarian budaya.
Pengenalan kesenian tradisional melalui PBAK FST 2026 diharapkan mampu meningkatkan apresiasi mahasiswa baru terhadap keberagaman budaya Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi media edukasi untuk menanamkan pemahaman bahwa generasi muda mempunyai peran dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.
Melalui pelaksanaan PBAK 2026, FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan upayanya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan sains dan teknologi, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter serta kepedulian terhadap budaya bangsa. Dengan pendekatan tersebut, PBAK tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan dunia akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter dan menanamkan kesadaran bahwa kemajuan masa depan harus tetap berlandaskan identitas serta kekayaan budaya Indonesia. (hsa/hel)







