INDONESIAONLINE – Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda terkait persoalan kelangkaan serta tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Samarinda berakhir tanpa jawaban konkret dari pihak PT Pertamina Patra Niaga.
Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Fawwaz menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap manajemen Pertamina yang dinilai belum mampu memberikan penjelasan transparan terkait krisis BBM yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
“Hasilnya nihil. Kami kecewa ternyata Pertamina tidak bisa menjawab persoalan masyarakat,” ujar Fawwaz usai menyampaikan aspirasi di lapangan.
Fawwaz mengungkapkan, poin utama yang dituntut oleh HMI Cabang Samarinda adalah transparansi skema penyaluran BBM dari PT Pertamina Patra Niaga ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Samarinda beserta variabel penentuan alokasi kuota BBM untuk wilayah Kalimantan Timur. Namun hingga aksi berakhir, tak satupun data valid yang diserahkan pihak perusahaan.
“Tidak ada,” tegas Fawwaz saat dikonfirmasi mengenai keberadaan data transparansi distribusi yang dijanjikan.
Menyikapi kebuntuan tersebut, HMI Cabang Samarinda secara resmi melayangkan ultimatum batas waktu selama 3 x 24 jam kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk segera membuka data dan memenuhi poin-poin tuntutan mahasiswa.
“Kami memberikan ultimatum 3 x 24 jam agar Pertamina bisa memenuhi tuntutan kami. Jika tidak ada tindak lanjut, kami siap menentukan langkah pengawalan berikutnya demi memperjuangkan hak masyarakat Samarinda,” pungkasnya. (ra/hel)







