Sinergi CAD 2D dan 3D, Teknik Mesin UIN Malang Bekali Mahasiswa Hadapi Industri Manufaktur Digital

Sinergi CAD 2D dan 3D, Teknik Mesin UIN Malang Bekali Mahasiswa Hadapi Industri Manufaktur Digital
Kuliah tamu bertema “Sinergi CAD 2D dan 3D dalam Alur Kerja Manufaktur Modern” digelar Prodi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang. (fst uin malang)

INDONESIAONLINE – Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar kegiatan akademik untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan industri manufaktur modern. Melalui kuliah tamu bertema “Sinergi CAD 2D dan 3D dalam Alur Kerja Manufaktur Modern”, mahasiswa diajak memahami penerapan teknologi desain digital dalam dunia industri saat ini.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 23 Mei 2026 di Lantai 3 Fakultas Humaniora Kampus 3 UIN Maliki Malang tersebut diikuti mahasiswa, dosen, serta praktisi teknik dan manufaktur. Dua narasumber profesional turut hadir memberikan materi, yakni Reza Faisal Afissena ST dari PUPR Kabupaten Pasuruan dan Alvian Setyo Nugroho STrT dari PT Surya Indah Sukses.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya integrasi teknologi computer-aided design (CAD) 2D dan 3D dalam proses manufaktur modern. Penguasaan desain digital dinilai menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki calon engineer di tengah perkembangan otomasi industri dan era industri 4.0.

Dalam pemaparannya, Reza Faisal Afissena menjelaskan bahwa CAD 2D masih menjadi bagian penting dalam penyusunan gambar kerja teknik dan dokumentasi manufaktur. “Gambar teknik dua dimensi tetap digunakan sebagai standar komunikasi teknis di berbagai sektor industri,” ungkapnya.

Sementara, Alvian Setyo Nugroho memaparkan manfaat CAD 3D dalam mendukung visualisasi produk, simulasi assembly, hingga integrasi dengan sistem computer-aided manufacturing (CAM). Ia menyebut penggunaan desain tiga dimensi mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi potensi kesalahan sebelum tahap manufaktur dilakukan.

“Kolaborasi antara CAD 2D dan 3D menjadi bagian penting dalam pengembangan manufaktur digital karena industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengintegrasikan proses desain, simulasi, dan produksi secara menyeluruh,” kata Alvian.

Suasana kuliah tamu berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan demonstrasi penggunaan perangkat lunak desain teknik. Peserta  antusias ketika narasumber memperlihatkan penerapan desain 3D untuk simulasi produk, pemprograman CNC, hingga pengembangan prototipe digital.

Selain menambah wawasan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan keterampilan mahasiswa agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri masa kini. Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung terkait penerapan teknologi di lingkungan kerja profesional.

Program Studi Teknik Mesin FST UIN Maliki Malang berharap kegiatan akademik seperti ini dapat meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan industri manufaktur yang semakin mengutamakan inovasi teknologi dan transformasi digital. Kuliah tamu tersebut juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan industri global. (ars/hel)