Olahraga

Tanpa Sang Kapten, Indonesia U-23 Bertekad Rebut Tiket Olimpiade Paris

106
×

Tanpa Sang Kapten, Indonesia U-23 Bertekad Rebut Tiket Olimpiade Paris

Sebarkan artikel ini

INDONESIAONLINE – Duel Timnas Indonesia  U-23 vs Irak U-23 tersaji malam nanti. Duel perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 itu bakal berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar.

Partai ini tetap menarik meski bukan pertandingan final. Sebab, pemenang laga akan meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024. Sedangkan yang kalah menghadapi wakil Afrika, Guinea, dalam laga play-off di Paris pada 9 Mei.

Karena itu, Indonesia U-23 vs Irak U-23 diprediksi berlangsung seru.  Laga dijadwalkan Kamis (2/5/2024) pukul 22.30 WIB.

Indonesia U-23 harus puas bertarung di laga ini setelah kalah dari Uzbekistan di semifinal. Garuda Muda menyerah 0-2 dari Serigala Putih. Sementara  Irak gagal ke final setelah ditumbangkan Jepang 2-0.

Dalam partai perebutan juara tiga ini, Indonesia U-23 tidak akan diperkuat kapten tim Rizky Ridho. Bek 22 tahun itu absen akibat sanksi  kartu merah yang diterimanya saat melawan Uzbekistan.

Namun, striker Raphael Struijk sudah bisa dimainkan lagi oleh Indonesia U-23. Penyerang yang bermain di klub Ado Den Haag (Liga Belanda)  itu absen saat dikalahkan Uzbekistan gara-gara akumulasi kartu.

Baca  Kesalahan Antisipasi Bola, Kubur Tren Positif Persik Akhiri Putaran Pertama

Bek Indonesia U-23 Ilham Rio Fahmi menegaskan bahwa para pemain sudah move on dan berkonsentrasi penuh pada pertaruhan melawan Irak. Skuad pelatih Shin Tae-yong itu ingin memberikan kado tiket olimpiade untuk masyarakat Indonesia.

“Kami akan mengerahkan segalanya di lapangan untuk menang dan merebut tiket olimpiade serta membanggakan masyarakat Indonesia,” ujar Ilham.

Sepanjang sejarah, Indonesia baru sekali tampil di sepak bola olimpiade. Satu-satunya memori itu berada di Olimpiade 1956 Melbourne, Australia.

Di sisi lain, Irak U-23 masih dapat memainkan skuad terbaiknya. Striker Ali Jasim yang sudah mencetak 3 gol di event ini masih tetap jadi andalan di lini depan Irak. (red/hel)