JATIMTIMES – Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang menjadi salah satu prioritas saat ini. Seiring dengan itu, terjadinya inflasi menjadi hal penting yang harus disikapi.

Beberapa bulan terakhir, Kota Malang mengalami inflasi. Penyebabnya, adanya lonjakan harga di beberapa komoditi kebutuhan pokok. Seperti, harga cabai yang sempat naik, hingga minyak goreng.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat tingkat inflasi saat ini naik mencapai 0,73 persen. Nah, kondisi inflasi di suatu daerah baik saat rendah atau tinggi akan berdampak kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas daerah.

Karenanya, inflasi harus terkendali dengan baik agar kondusif dan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Karena itu, sejumlah harga kebutuhan pokok penyumbang inflasi seperti minyak goreng, daging, telur, gula, beras, dan cabai harus dalam harga stabil atau sesuai harga pasar.

Baca Juga  Update Harga BBM Agustus 2023, Pertamax Turbo Naik Jadi Rp14.500, Dexlite Rp13.950

Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, mengatakan, setidaknya ada empat faktor yang dapat mengendalikan inflasi dengan baik di Kota Malang. Empat faktor tersebut dikenal dengan sebutan 4K.

Yaitu, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif. “Sehingga berbagai elemen yang ada dalam TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Pertamina, dan Dinas Perhubungan harus saling menguatkan itu,” kata Erik Setyo Santoso.

Dalam proses pelaksanaan untuk menekan angka inflasi inilah, diharapkan tidak ada tumpang tindih. Menurut Erik, pihak-pihak terkait harus saling bersinergi untuk mewujudkan hal itu.

“Dalam konteks ini, jangan sampai terjadi replikasi kinerja dan atau bahkan tumpang tindih dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Elemen yang ada dalam TPID harus saling mengisi dan menguatkan,” tandasnya.

Baca Juga  Banyak Diskon Banyak Hadiah, Graha Bangunan Gelar Merdeka Sale

Sementara itu, Wakil Ketua TPID Kota Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan, dalam tiga tahun ke depan, tingkat inflasi di Kota Malang ditargetkan berada di angka plus minus tiga. Pihaknya optimis hal itu dapat tercapai jika semua elemen dalam TPID saling bersinergi, meski Kota Malang notabene bukan daerah penghasil dari sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Tak hanya itu, upaya lainnya dengan menggelar pasar murah menjadi langkah yang bisa diandalkan ketika terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi di beberapa kebutuhan pokok.

“Sehingga bagaimana Kota Malang bisa menyeimbangkan sebagai kota bukan produsen di bidang pertanian, peternakan. Dan harus mencukupi kebutuhan komoditas tersebut. Kota Malang juga harus bisa menjaga ketersediaan kebutuhan barang jadi lainnya agar inflasi terkendali dengan baik,” ungkapnya.



Arifina Cahyati Firdausi