Tembok Garuda di Naples: Jay Idzes Matikan Hojlund Meski Sassuolo Kalah

Tembok Garuda di Naples: Jay Idzes Matikan Hojlund Meski Sassuolo Kalah
Jay Idzes atau dikenal Bang Jay (Ist)

Jay Idzes tampil heroik di markas Napoli. Kapten Timnas ini sukses ‘kantongi’ eks striker MU, Rasmus Hojlund. Simak analisis statistik dan taktik lengkapnya.

INDONESIAONLINE – Stadion Diego Armando Maradona, Sabtu (17/1/2026), menjadi saksi bisu sebuah paradoks sepak bola. Di satu sisi, Sassuolo harus pulang dengan kepala tertunduk setelah takluk 0-1 dari tuan rumah Napoli dalam laga pekan ke-21 Serie A.

Namun di sisi lain, sebuah narasi kepahlawanan individu mencuat dari lini belakang tim tamu. Jay Idzes, bek tengah sekaligus kapten Tim Nasional Indonesia, berhasil mengubah area pertahanannya menjadi “zona neraka” bagi salah satu striker terpanas di Eropa saat ini, Rasmus Hojlund.

Kekalahan Neroverdi—julukan Sassuolo—akibat gol tunggal gelandang Stanislav Lobotka memang menyakitkan karena memperpanjang tren negatif tiga kekalahan beruntun. Akan tetapi, performa Jay Idzes dalam laga tersebut menawarkan perspektif berbeda: sebuah konfirmasi bahwa level permainan bek berusia 25 tahun ini telah matang dan mampu bersaing dengan elit striker kelas dunia.

Duel Satu Lawan Satu: Idzes vs Hojlund

Sorotan utama dalam laga ini adalah pertempuran taktis antara Jay Idzes dan Rasmus Hojlund. Hojlund bukan lawan sembarangan. Striker asal Denmark ini datang dengan reputasi yang sedang memuncak setelah “keluar” dari masa-masa sulit di Manchester United.

Sejak dipinjamkan kembali ke Serie A pada musim panas 2025, Hojlund seolah menemukan kembali insting pembunuhnya yang sempat hilang di Old Trafford. Dengan catatan sembilan gol dari 24 penampilan bersama Napoli, Hojlund adalah ancaman nyata bagi setiap bek di Italia. Namun, di hadapan Idzes, ketajaman itu tumpul.

Analisis pergerakan pemain (heatmap) menunjukkan Idzes secara disiplin menempel ketat Hojlund, memaksanya bermain melebar atau membelakangi gawang. Hasilnya efektif: Hojlund terisolasi.

Sepanjang 90 menit, mantan pemain Atalanta yang pernah dibanderol Rp 1,4 triliun itu hanya mampu melepaskan satu tembakan. Sebuah statistik yang memalukan bagi striker utama tim juara bertahan, sekaligus pujian tertinggi bagi bek yang mengawalnya.

“Dia (Hojlund) benar-benar kuat, kami mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk menghadapinya selama seminggu,” ujar Idzes kepada Tutto Sassuolo pasca-laga.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesuksesan Idzes bukan kebetulan, melainkan hasil dari analisis video dan persiapan taktik yang mendalam.

Bedah Statistik: Dominasi Mutlak di Darat dan Udara

Dalam sepak bola modern, performa bek tidak lagi hanya dinilai dari seberapa sering ia menyapu bola, tetapi juga efisiensi dalam duel dan distribusi. Berdasarkan data dari situs statistik Fotmob, Jay Idzes mencatatkan nilai performa 7,1—angka yang impresif untuk seorang bek di tim yang kalah.

Rincian statistiknya lebih mencengangkan. Idzes mencatatkan tingkat keberhasilan duel 100 persen. Ia memenangkan satu-satunya duel darat (ground duel) yang dihadapinya, dan menyapu bersih tiga dari tiga duel udara (aerial duels). Statistik ini krusial mengingat Napoli di bawah asuhan pelatih barunya kerap memanfaatkan umpan silang untuk memanjakan fisik Hojlund yang tinggi besar.

Selain kemampuan fisik, kecerdasan membaca permainan (reading the game) Idzes juga terlihat dari lima aksi bertahan krusial yang ia lakukan, meliputi intersep, sapuan bola, dan tekel bersih.

Dari sisi distribusi bola, Idzes tampil tenang di bawah tekanan high-pressing Napoli. Ia mencatatkan 64 sentuhan bola dengan akurasi operan mencapai 88 persen (49 sukses dari 56 percobaan). Angka ini menegaskan peran Idzes sebagai Ball-Playing Defender (BPD) modern yang tidak panik membuang bola, melainkan membangun serangan dari belakang.

Konteks Lawan: Mengapa Ini Pencapaian Besar?

Untuk memahami besarnya pencapaian Idzes, kita perlu melihat siapa yang ia hadapi. Rasmus Hojlund adalah prototipe striker modern: cepat, kuat secara fisik, dan memiliki penyelesaian akhir yang mematikan. Meskipun sempat kesulitan di Manchester United—hanya mencetak 26 gol dalam 95 laga selama dua musim—kembalinya dia ke Italia adalah cerita kebangkitan.

Serie A dikenal sebagai liga yang sangat taktis dan “kejam” bagi penyerang. Fakta bahwa Hojlund mampu mencetak 9 gol dalam setengah musim di Napoli membuktikan kualitasnya. Menghentikan pemain dengan profil seperti ini membutuhkan konsentrasi penuh selama 90 menit. Sedikit saja lengah, Hojlund bisa menghukum. Namun, Idzes tidak berkedip.

Idzes sendiri mengakui kualitas lawan-lawannya di Serie A. “Hojlund, tetapi juga (Romelu) Lukaku dan (Lorenzo) Lucca adalah striker hebat. Mereka sangat kuat, tetapi kami juga tidak buruk,” katanya dengan nada rendah hati namun percaya diri.

Menyebut nama Lukaku dan Lucca dalam satu tarikan napas menempatkan Hojlund dalam kategori striker elit fisik yang menjadi “makanan sehari-hari” Idzes di Italia.

Sassuolo yang Rapuh, Idzes yang Kokoh

Sayangnya, performa gemilang Idzes tidak diimbangi dengan ketajaman lini depan Sassuolo. Kekalahan di Napoli memperpanjang rekor buruk Neroverdi yang kini menderita tiga kekalahan beruntun.

Ada ketimpangan yang nyata antara soliditas lini belakang yang digalang Idzes dan tumpulnya lini serang. Gol Stanislav Lobotka yang menjadi penentu kemenangan Napoli pun lahir dari situasi lini tengah yang kalah jumlah, bukan kesalahan murni lini belakang.

“Kami bermain sangat baik dan menjalani pertandingan yang bagus. Kami berhasil menahan serangan Napoli dengan sangat baik, yang berarti kami siap secara defensif, tetapi ada sesuatu yang kurang karena kami perlu mencetak gol,” ungkap Idzes dengan nada kecewa.

Sebagai seorang pemain profesional, Idzes menyadari bahwa statistik individu tidak banyak berarti jika tim tidak meraih poin. Namun, bagi para pengamat talenta (scout) dan tentu saja fans Timnas Indonesia, konsistensi Idzes di tengah tim yang sedang goyah justru menunjukkan mentalitas bajanya. Ia tidak ikut tenggelam saat kapal timnya sedang oleng.

Kabar dari Naples ini tentu menjadi angin segar bagi Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia. Memiliki kapten yang bermain reguler dan tampil dominan melawan tim sekelas Napoli memberikan jaminan kualitas di lini belakang Skuad Garuda.

Pengalaman Idzes mematikan striker kelas dunia seperti Hojlund adalah aset tak ternilai jelang agenda-agenda internasional Indonesia berikutnya. Mentalitas, ketenangan, dan kemampuan taktis yang ia asah di Serie A—liga dengan pertahanan terbaik di dunia—akan menjadi fondasi kokoh bagi pertahanan Indonesia.

Saat ini, Jay Idzes bukan lagi sekadar pemain keturunan yang mencari peruntungan di Eropa. Ia telah bertransformasi menjadi pilar tak tergantikan di Serie A, sebuah tembok kokoh yang bahkan membuat striker seharga triliunan rupiah tak berkutik. Bagi Sassuolo, Idzes adalah harapan untuk bangkit dari keterpurukan. Bagi Indonesia, dia adalah jaminan keamanan di lini pertahanan.