Terungkap, Pilot Malaysia Kurir 26 Kg Ekstasi Terbang dalam Pengaruh Narkoba

Pilot maskapai Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman (39), yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (ist)

INDONESIAONLINE – Pilot maskapai Malaysia Airlines berinisial Mohd Saufi bin Othman (39), yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan 26 kilogram ekstasi, diketahui menerbangkan pesawat dalam kondisi mengonsumsi narkotika.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pilot tersebut menggunakan narkoba saat menjalankan tugas penerbangan. “Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba),” kata Hengky kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan hasil tes urine, Mohd Saufi dinyatakan positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi (ineks), dan kokain. “Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks, dan kokain,” ujarnya.

Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta Satria Yudhatama mengungkapkan tersangka juga diduga berupaya mengelabui petugas dengan membawa sebotol urine yang diklaim “bersih”.

Menurut Satria, botol kecil berisi cairan berwarna kuning itu ditemukan di dalam tas tersangka. Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan pelaku, urine tersebut diambil sebelum mengonsumsi narkotika dan diduga akan digunakan apabila sewaktu-waktu dilakukan tes urine oleh maskapai maupun otoritas penerbangan.

“Di dalam tas tersangka Pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan botol tersebut berisi urine ‘bersih’ sebelum yang bersangkutan mengonsumsi narkotika. Jadi, jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut,” kata Satria.

Sementara itu, Malaysia Airlines menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Indonesia dan siap bekerja sama dengan otoritas terkait.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Bernama, maskapai tersebut menyebut belum dapat memberikan komentar lebih lanjut karena kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Malaysia Airlines juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran dan saat ini tengah melakukan peninjauan internal atas kasus yang melibatkan salah satu pilotnya.

Maskapai nasional Malaysia itu menambahkan bahwa keselamatan, keamanan, dan integritas operasional tetap menjadi prioritas utama perusahaan. (rds/hel)