INDONESIAONLINE – Ketenangan warga Kabupaten Blitar mendadak dihebohkan dengan suara ledakan yang sangat keras, Minggu (19/2/2023) malam. Ledakan tersebut terdengar di beberapa kecamatan, diantaranya Nglegok, Ponggok, Garum hingga Kanigoro. Ledakan keras itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB

Informasi yang diterima INDONESIAONLINE, sumber ledakan keras di Blitar tersebut berasal dari Dusun Sadeng Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok. Ledakan keras berasal dari sebuah rumah milik warga setempat bernama Darman yang kini rata dengan tanah. 

Kapolres Blitar AKBP Argowiyono mengatakan, dugaan sementara ledakan keras tersebut berasal dari mercon. Hal itu berdasarkan keterangan sementara dari keluarga bahwa setiap menjelang bulan puasa pemilik rumah memiliki kebiasaan membuat mercon.  

Baca Juga  Air Terjun Dadakan Terjadi di Makkah

“Namun untuk memastikan kami masih menunggu tim labfor,” kata Argo.

Akibat ledakan tersebut ada 4 korban jiwa dan 6 orang luka-luka. Polisi saat ini sudah melakukan sterilisasi di lokasi kejadian.

“Untuk korban ada satu pemilik rumah meninggal dunia, dan ada tiga orang yang masih tertimbun di dalam rumah namun kemungkinan juga meninggal karena kami menemukan serpihan bagian tubuh. Sementara yang luka-luka terdata enam orang warga,” imbuhnya.

Keempat korban ledakan tersebut merupakan satu keluarga. Diantaranya pemilik rumah bernama Darman (65), kemudian kedua anaknya yaitu Arifin dan Widodo dan seorang anak kecil bernama Wawa yang merupakan kerabat dari pemilik rumah. Tiga dari keempat korban ledakan tersebut keberadaannya masih dalam pencarian dan diduga tertimbun reruntuhan rumah. Namun beberapa bagian tubuhnya sudah ditemukan. 

Baca Juga  Bogor Alami Gempa Sebanyak 28 Kali Sejak 6 Desember

Lebih lanjut Argo menyampaikan, saat ini polisi terus melakukan penyisiran di lokasi ledakan.  

“Selain menyisir lokasi kejadian untuk mencari bagian tubuh korban, Jibom juga sedang melakukan sterilisasi memastikan tidak ada bahan-bahan membahayakan,” ujarnya. 

“Nanti kalau jibom selesai kita baru bisa olah TKP lanjutan,” imbuhnya. 

Selain menyebabkan 4 orang meninggal dunia, delapan orang dilaporkan luka-luka. Sementara 25  rumah di sekitar pusat ledakan juga mengalami kerusakan. 

“Kami mendirikan posko bersama BPBD dan kecamatan untuk menangani korban dan rumah terdampak,” pungkasnya.