INDONESIAONLINE – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 Kota Blitar, Wali Kota Santoso mengukuhkan Udeng Joko Pangon sebagai simbol identitas budaya Bumi Proklamator. Pengukuhan ini dilakukan pada hari Sabtu (31/3) di Alun-Alun Kota Blitar dalam sebuah acara bertajuk “Mlaku-Mlaku Bareng Udeng Joko Pangon”.

Udeng Joko Pangon merupakan kain penutup kepala tradisional yang terinspirasi dari legenda Joko Pangon, seorang penggembala kerbau yang gagah berani dan memiliki watak luhur. Udeng ini memiliki motif batik Puspa Dahana yang melambangkan semangat juang, keteguhan hati, dan kesetiaan.

Wali Kota Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa pengukuhan Udeng Joko Pangon sebagai simbol identitas budaya Kota Blitar bertujuan untuk melestarikan warisan budaya leluhur dan memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat.

Baca Juga  Bakesbangpol Tulungagung Gelar Pembinaan Sinergitas 3 Pilar

“Udeng Joko Pangon bukan hanya menjadi sekadar aksesori fashion, tetapi juga sebuah simbol yang mengandung makna mendalam dalam sejarah dan kebudayaan Kota Blitar,” ujar Santoso.

Lebih lanjut, Santoso berharap pengukuhan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal.

“Udeng Joko Pangon menjadi simbol yang mempersatukan masyarakat dalam kebanggaan akan warisan budaya yang dimiliki, sekaligus mempererat ikatan emosional antara generasi muda dengan akar budaya leluhur mereka,” imbuhnya.

Acara pengukuhan Udeng Joko Pangon dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan seni tari tradisional, fashion show bertema Udeng Joko Pangon, dan pembagian udeng kepada masyarakat secara gratis (ar/dnv).

Baca Juga  GASS Beraksi, Bersihkan Sampah dan Sedimen Sungai