INDONESIAONLINE – Tersangka kasus pencabulan 17 anak di Jambi, Yunita mencoba bunuh diri dengan menyayat tangannya sendiri menggunakan silet, Kamis (2/2/2023) malam. Alasan percobaan bunuh diri itu dilakukan lantaran dirinya merasa sakit hati usai suami Yunita mengatakan jijik kepadanya. 

“Itu menyayati tangannya memang benar, tetapi itu karena omongan suaminya yang bilang sudah jijik,” ujar MS, kakak kandung Yunita dikutip CNNIndonesia, Jumat (10/2/2023). 

Menurut MS, adiknya itu mencoba bunuh diri lantaran omongan suaminya. Sehingga merasa hidupnya hina dan hancur. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Yunita ini viral di media sosial lantaran dengan keji mencabuli 17 anak di bawah umur. 

Aksi pencabulan tersebut terjadi saat para korban sedang bermain PS di rumah pelaku Yunita. Kemudian Yunita secara tiba-tiba menutup rumahnya dan memaksa para korban untuk menuruti hasratnya.

Baca Juga  Pengamen Tewas di Jepun, Ternyata Akibat Miras Tumpah di Baju

Yunita meminta para bocah tersebut menyentuh buah dadanya. Bahkan pelaku juga meminta korban untuk mengintip saat pelaku berhubungan intim dengan suami. Yunita yang diduga punya kelainan seksual juga memaksa korban untuk menonton film dewasa yang sudah disiapkan.

Namun pihak keluarga Yunita mengklaim bahwa ibu muda tersebut tidak mencabuli anak-anak, tapi diperkosa. Menurut K, bibi kandung pelaku, pemerkosaan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis (2/2). 

Disebut bibi pelaku, bahwa Yunita dipaksa masuk kamar, matanya ditutup dan dipaksa buka pakaian. “Ada yang pegangi tangannya, injak kepalanya. Dan perilaku anak-anak di sini tak layak anak pada umumnya, mereka itu pintar,” ujar K. 

Lantas karena diklaim mengalami perkosaan, Yunita malah merasa suaminya tak percaya kepadanya. Oleh karena itu, yang membuat Yunita ingin mengakhiri hidupnya. 

Baca Juga  Update, Kabar Terkini Banding Vonis Mati Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Aksi melukai diri itu juga disampaikan suami Yunita kepada pihak kepolisian. Oleh karenanya, pihak kepolisian menyimpulkan untuk dilakukan tes kejiwaan selama 14 hari. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Yunita juga membuat laporan di Polresta Jambi sebagai korban pemerkosaan. Saat proses penyelidikan, Yunita pun tidak mengaku melakukan pelecehan. Dia malah mengaku diperkosa oleh 8 anak. 

“Tersangka bilang pada warga bahwa ia diperkosa dengan anak-anak. Begitu dikonfirmasi, tidak seperti itu. Yang terjadi sebaliknya, anak-anak dilecehkan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Afrito Marboro. 

Diduga tersangka Yunita mengalami perilaku menyimpang. Bahkan paling baru, Ia juga mengancam akan membunuh sang anak jika tak dilayani suami. Fakta tersebut terungkap usai menerima keterangan dari suami dan ibu mertua tersangka.