INDONESIAONLINEVideo cahaya merah terbang yang muncul di Gunung Semeru mendadak viral di media sosial. Cahaya itu terlihat terbang dari atas ke bawah. 

Dalam video yang beredar, tampak video diambil dari pos pantau Gunung Semeru. Seluruh badan Gunung Semeru terekam jelas di video itu. 

Cahaya merah itu tampak begitu jelas karena direkam saat malam hari. Cahaya itu pun terlihat berkelebat.

Video cahaya merah itu terlihat tidak berputar secara lancar alias tersendat-sendat. Terdengar suara 2 orang pria yang mengomentari kemunculan cahaya merah yang berkelebat.

Sesaat cahaya merah itu muncul, kedua pria tersebut terdengar menangis histeris. Mereka juga mengucapkan doa dan meminta pengampunan kepada Tuhan.

Baca Juga  Sunatan Ngundang Pelawak Percil, Acara Hajatan di Tulungagung Dihentikan Polisi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memiliki penjelasan ilmiah terkait cahaya merah tersebut. Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi PVMBG, Kristianto, mengatakan video itu bukan disebar oleh petugas pos pantau. 

Kristianto mengatakan banyak pihak yang memberi ulasan tersendiri terkait kondisi Gunung Semeru.

“Yang menyebarkan bukan orang pos pantau. Selama ini banyak sekali netizen memposting video saat ke pos pantau, lalu memberi ulasan sendiri,” kata Kristianto. 

Dijelaskan Kristianto, bahwa itu adalah cahaya panas dari kubah lava yang ada di kawah. Dan itu sudah menjadi keseharian dari Gunung Semeru. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan kemunculan cahaya merah sebagai hal yang biasa terjadi pada malam hari. Cahaya itu hanya terekam kamera yang telah di-setting khusus.

Baca Juga  Antisipasi Varian Omicron, Wali Kota Kediri Targetkan Akhir Januari Selesai Vaksinasi untuk Anak

“Kenapa dia seolah-olah naik ke atas? Itu kan ada asap yang mengepul, cahaya dari kubah lava ini kelihatan hanya malam. Kalau siang tidak. Itu menggunakan kamera kecepatan rendah,” jelas Kristianto. 

“Suhu yang panas itu seolah kebawa api, padahal itu efek radiasi dari cahaya. Cahaya di bawah tapi kelihatan seperti lampu karena ada asap itu. Sementara itu, ada aliran lava ke bawah, sepanjang sekitar 700 meter. Di bawah juga kan itu menyala di ujung,” tambah Kristianto.

Dalam hal ini, masyarakat pun diimbau untuk mendapatkan informasi hanya dari pihak berwenang dan bertanggung jawab.



Desi Kris