INDONESIAONLINE – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menanggapi film dokumenter “Dirty Vote” yang menuai kontroversi terkait isu kecurangan Pemilu 2024. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa kritik yang disampaikan dalam film tersebut harus disikapi dengan positif.

“Saya kira kritik itu harus disambut baik. Kita harus terbuka terhadap kritik,” ucap Ma’ruf Amin, Senin (12/2/2024).

Ma’ruf Amin menekankan bahwa film “Dirty Vote” dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Pemerintah juga perlu memperhatikan dengan baik kritik yang disampaikan melalui film tersebut,” ujarnya.

Ma’ruf Amin juga berharap film “Dirty Vote” tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Baca Juga  Kukuhkan Anggota Paskibraka Kabupaten Blitar Tahun 2022, Ini Pesan Bupati Rini

“Yang paling penting pemilu berjalan lancar dan tidak menimbulkan perpecahan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat.

“Masyarakat harus cerdas dan kritis dalam menerima informasi,” pungkas Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, film “Dirty Vote” menuai kontroversi karena dianggap menyajikan informasi yang tidak berimbang dan provokatif terkait isu kecurangan Pemilu 2024. KPU dan Bawaslu telah memberikan klarifikasi dan bantahan terhadap beberapa poin yang diangkat dalam film tersebut.