67% Perusahaan Tak Akan Rekrut Karyawan Baru, 50% Tahan Ekspansi

67% Perusahaan Tak Akan Rekrut Karyawan Baru, 50% Tahan Ekspansi
Bursa tenaga kerja yang diserbu para pencari kerja. (ist)

INDONESIAONLINE – Dunia usaha tengah menghadapi tantangan serius yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Survei terbaru dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkap mayoritas perusahaan belum berencana menambah karyawan dalam waktu dekat.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menyebut sebanyak 67% perusahaan tidak memiliki rencana membuka lowongan kerja baru. Temuan ini, menurut dia, menjadi sinyal penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“67% perusahaan itu tidak berniat melakukan rekrutmen baru. Ini salah satu hal yang perlu diperhatikan,” ujar Bob dalam rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6/2026).

Tak hanya soal rekrutmen, survei tersebut juga menunjukkan setengah dari perusahaan belum berencana melakukan ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan. Kondisi ini dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Bob menilai ketidakpastian regulasi menjadi salah satu faktor utama. Ia menyoroti dalam satu dekade terakhir telah terjadi lima kali perubahan aturan ketenagakerjaan, yang dinilai menyulitkan pelaku usaha dalam menyusun perencanaan jangka panjang.

Menurut Bob, dunia usaha membutuhkan kepastian untuk menghitung biaya tenaga kerja, terutama dalam kontrak jangka panjang. Perubahan regulasi yang kerap terjadi membuat perhitungan tersebut menjadi tidak stabil.

Selain itu, ia menyinggung kebijakan upah minimum yang baru ditetapkan mendekati akhir tahun sehingga semakin menyulitkan perusahaan dalam menyusun strategi bisnis.

Apindo pun berharap Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang tengah dibahas dapat menghadirkan regulasi yang lebih komprehensif dan memberikan kepastian hukum, sekaligus mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di sektor ketenagakerjaan serta menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi. (rds/hel)