INDONESIAONLINE – Kehidupan sehari-hari tidak selalu dijalani sesuai dengan keinginan. Ada kalanya pekerjaan menumpuk, rencana mendadak berubah, atau hal-hal kecil justru membuat pikiran terasa penuh. Jika terus-menerus memikirkan setiap persoalan, seseorang bisa lebih mudah merasa stres dan kehilangan kesempatan untuk menikmati hidup.
Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan membangun sikap easy going. Istilah ini merujuk pada kepribadian yang lebih santai, fleksibel, dan tidak mudah terbebani ketika menghadapi berbagai situasi.
Namun, menjadi pribadi yang easy going bukan berarti bersikap masa bodoh, menghindari tanggung jawab, atau tidak memiliki tujuan hidup. Justru, seseorang perlu belajar mengendalikan respons emosional, menerima keadaan yang tidak selalu ideal, serta memahami mana hal yang perlu diperjuangkan dan mana yang sebaiknya dilepaskan.
Kabar baiknya, sikap tersebut bisa dibentuk melalui kebiasaan sederhana. Melansir situs SocialSelf, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjadi pribadi yang lebih santai dalam menjalani kehidupan. Berikut delapan di antaranya.
1. Kenali penyebab yang membuatmu mudah stres
Langkah pertama untuk menjadi lebih easy going adalah memahami hal-hal yang sering memicu stres. Setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Ada yang mudah cemas karena takut melakukan kesalahan, terlalu memikirkan penilaian orang lain, atau merasa harus mengendalikan semua keadaan.
Cobalah memperhatikan situasi yang membuat suasana hati berubah menjadi buruk. Kamu juga bisa mencatat kejadian yang memunculkan rasa kesal, khawatir, maupun tertekan.
Setelah mengetahui pemicunya, evaluasi kembali apakah kekhawatiran tersebut memang memiliki alasan kuat atau justru muncul akibat pikiran yang terlalu jauh membayangkan kemungkinan buruk.
Dengan memahami pola tersebut, kamu akan lebih mudah mengenali emosi sendiri dan menentukan cara yang tepat untuk menghadapinya.
2. Berhenti mencemaskan sesuatu yang belum terjadi
Kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan buruk atau overthinking dapat menguras energi. Apalagi jika hal yang dipikirkan sebenarnya belum tentu terjadi dan belum tentu bisa dikendalikan.
Ketika pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran, cobalah bertanya kepada diri sendiri apakah persoalan tersebut bisa diselesaikan sekarang. Jika memang bisa, segera lakukan langkah sederhana untuk mengatasinya.
Sebaliknya, jika sesuatu beraaa di luar kendali, belajarlah menerima bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan.
Daripada menghabiskan waktu untuk membayangkan berbagai skenario negatif, lebih baik arahkan perhatian pada aktivitas yang sedang dijalani. Fokus pada hari ini dapat membantu pikiran terasa lebih ringan sekaligus membuat waktu lebih produktif.
3. Belajar menerima perubahan dan ketidaksempurnaan
Tidak semua rencana akan berjalan mulus. Jadwal bisa berubah secara mendadak, pekerjaan mungkin membutuhkan waktu lebih lama, atau orang lain tidak selalu bertindak sesuai harapan.
Jika terbiasa menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna, perubahan kecil sekalipun bisa memicu kekecewaan.
Karena itu, penting untuk memahami bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian dari kehidupan. Kamu tidak harus selalu mendapatkan hasil terbaik untuk menghargai usaha yang sudah dilakukan.
Ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan, cobalah mencari alternatif lain. Kemampuan beradaptasi akan membuatmu lebih siap menghadapi situasi tak terduga tanpa harus terus-menerus merasa kecewa.
4. Kurangi paparan berita negatif dan media sosial
Apa yang dikonsumsi setiap hari, termasuk informasi dari internet, dapat memengaruhi suasana hati. Terlalu sering membaca berita negatif atau melihat kehidupan orang lain di media sosial bisa memunculkan kecemasan hingga kebiasaan membandingkan diri.
Untuk menjaga pikiran tetap sehat, cobalah mengatur waktu penggunaan media sosial. Pilih informasi dari sumber tepercaya dan hindari kebiasaan terus-menerus mengikuti berita yang justru membuatmu merasa tertekan.
Sesekali, berikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dari layar ponsel. Kamu bisa menggantinya dengan membaca buku, berjalan santai, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
Dengan mengurangi paparan informasi yang tidak diperlukan, kamu memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmati kehidupan secara langsung.
5. Jangan takut mencoba pengalaman baru
Pribadi yang easy going umumnya lebih terbuka terhadap pengalaman dan perubahan. Sikap ini bisa dilatih dengan mencoba sesuatu yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Tidak perlu memulai dengan kegiatan besar. Kamu bisa mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, mencoba makanan baru, mengikuti kegiatan bersama teman, atau mempelajari keterampilan yang selama ini menarik perhatian.
Pengalaman baru dapat membantumu keluar dari zona nyaman sekaligus melatih kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.
Selain itu, kamu mungkin menemukan kegiatan atau pengalaman menyenangkan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Semakin terbiasa menghadapi hal baru, semakin mudah pula kamu menerima perubahan dalam kehidupan.
6. Jangan menganggap setiap masalah sebagai persoalan besar
Bersikap serius memang diperlukan, terutama ketika berhadapan dengan pekerjaan, tanggung jawab, atau keputusan penting. Namun, bukan berarti setiap kejadian harus selalu ditanggapi dengan ketegangan.
Kesalahan kecil, percakapan yang kurang menyenangkan, atau rencana yang sedikit meleset tidak selalu harus menjadi beban pikiran.
Cobalah melihat beberapa situasi dari sudut pandang yang lebih ringan. Sesekali, tertawakan kekeliruan yang tidak berdampak besar dan jangan terlalu keras menyalahkan diri sendiri.
Kamu juga bisa menikmati humor, menonton tayangan komedi, atau bercanda bersama orang-orang terdekat untuk membantu memperbaiki suasana hati.
Hal terpenting adalah mengetahui perbedaan antara persoalan yang memang membutuhkan perhatian serius dan kejadian kecil yang sebenarnya bisa dilewati dengan santai.
7. Hargai hubungan daripada sibuk membuktikan diri selalu benar
Keinginan untuk selalu menang dalam perdebatan terkadang justru membuat hubungan dengan orang lain menjadi tidak nyaman. Padahal, tidak semua perbedaan pendapat harus berakhir dengan pembuktian siapa yang paling benar.
Cobalah membiasakan diri mendengarkan orang lain sampai selesai sebelum memberikan tanggapan. Pahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang mungkin berbeda denganmu.
Ketika menerima kritik, jangan langsung bersikap defensif. Pertimbangkan terlebih dahulu apakah ada masukan yang bisa digunakan untuk memperbaiki diri.
Kamu tetap boleh memiliki pendirian dan menyampaikan pendapat. Namun, menghargai perbedaan juga merupakan bagian penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat.
Dengan mengutamakan komunikasi dan saling memahami, kamu tidak perlu menghabiskan energi untuk mempermasalahkan setiap perbedaan kecil.
8. Biasakan bersyukur dan menikmati hal-hal sederhana
Salah satu kunci menjalani hidup dengan lebih santai adalah belajar menghargai apa yang sudah dimiliki. Terkadang, seseorang terlalu sibuk mengejar target besar hingga lupa menikmati kebahagiaan kecil yang sebenarnya hadir setiap hari.
Padahal, kebahagiaan tidak selalu harus menunggu pekerjaan impian, penghasilan besar, atau kehidupan yang serba sempurna.
Kamu bisa mulai membiasakan diri mengingat hal-hal sederhana yang patut disyukuri. Misalnya, menikmati makanan favorit, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, berkumpul bersama orang terdekat, atau memiliki kesempatan beristirahat setelah hari yang melelahkan.
Selain itu, jangan mengabaikan kebutuhan tubuh. Tidur cukup, rutin berolahraga, dan menyediakan waktu istirahat merupakan kebiasaan yang dapat membantu menjaga kondisi fisik sekaligus mendukung kestabilan emosi.
Tidak perlu mengubah seluruh kebiasaan dalam satu waktu. Mulailah dari langkah kecil yang paling mudah dilakukan dan pertahankan secara konsisten.
Menjadi pribadi yang lebih easy going bukan berarti hidup tanpa masalah. Sikap ini justru membantu seseorang menghadapi persoalan tanpa harus terus-menerus terbebani oleh kecemasan dan keinginan mengendalikan segala sesuatu.
Dengan belajar menerima keadaan, mengelola emosi, serta menikmati hal-hal sederhana, kehidupan sehari-hari bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan. (mt/hel)







