Agama  

Benarkah Tidur Siang saat Puasa Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Benarkah Tidur Siang saat Puasa Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Ilustrasi tidur siang

INDONESIAONLINE – Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah, suasana religius yang kian terasa, serta dorongan untuk memperbaiki diri. Meski demikian, sebagian orang justru memanfaatkan waktu puasa dengan tidur lebih lama, baik untuk mengurangi rasa lapar maupun agar waktu berbuka terasa lebih cepat.

Kebiasaan ini kemudian memunculkan pertanyaan: apakah tidur seharian saat berpuasa dapat mengurangi pahala? Menjawab hal tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan terkait hadis yang kerap dijadikan dasar anggapan tersebut.

Mengutip kanal YouTube @S-efendi, Ustaz Adi Hidayat menyebut hadis populer yang berbunyi “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi) tidak berstatus sahih. Riwayat itu dikategorikan sebagai hadis dhaif (lemah) sehingga tidak dapat dijadikan dalil untuk membenarkan kebiasaan tidur berlebihan selama Ramadan.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, kesalahpahaman terhadap hadis tersebut berpotensi membuat orang keliru memaknai puasa. “Kalau puasa lebih banyak diisi tidur, bagaimana mungkin Nabi menganjurkan umatnya memperbanyak ibadah?” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Puasa tidak semata menahan lapar dan haus dari fajar hingga Magrib. Ibadah ini juga merupakan latihan pengendalian diri, kesabaran, serta peningkatan ketakwaan. Karena itu, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, meningkatkan kualitas salat wajib dan sunah, memperbanyak sedekah, memperkuat kepedulian sosial, serta menahan emosi dan hawa nafsu.

Jika sebagian besar waktu siang dihabiskan untuk tidur, maka peluang meraih pahala berlipat pada bulan suci bisa terlewat. Dalam hadis-hadis sahih, Rasulullah SAW justru digambarkan semakin giat beribadah ketika Ramadan, seperti memperbanyak salat malam, tilawah Al-Qur’an, dan interaksi sosial dengan umat.

Sejarah Islam juga mencatat peristiwa besar seperti Perang Badar dan Fathu Makkah terjadi pada Ramadan. Hal ini menunjukkan bulan puasa bukan masa bermalas-malasan, melainkan periode penuh energi spiritual dan produktivitas.

Pandangan Ulama tentang Hadis Tidur saat Puasa

Sejumlah ulama hadis turut membahas riwayat mengenai “tidurnya orang puasa adalah ibadah”. Ibn Hajar al-Asqalani menilai hadis tersebut berstatus dhaif atau lemah dan tidak bisa dijadikan dasar keutamaan khusus.

Dalam literatur hadis yang kuat, tidak ditemukan dalil sahih yang menyatakan semakin banyak tidur saat puasa akan menambah pahala. Yang ditekankan justru amal yang dilakukan dengan kesadaran, niat tulus, dan kesungguhan.

Hukum Tidur Seharian saat Puasa

Secara fikih, tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa selama seseorang tetap berniat puasa dan tidak melakukan hal yang membatalkannya. Namun ada beberapa catatan:
– Puasa tetap sah, tetapi tidak mencapai keutamaan maksimal Ramadan

– Kesempatan pahala dari ibadah lain menjadi hilang

– Berpotensi melalaikan kewajiban, terutama jika sampai meninggalkan salat

Islam tidak melarang istirahat, terlebih bagi yang tetap bekerja atau beraktivitas berat. Namun tidur berlebihan hingga menjadikan Ramadan sekadar “bulan istirahat” tidak sejalan dengan tujuan ibadah puasa.

Dampak Tidur Berlebihan saat Puasa

Kebiasaan tidur berlebihan juga berdampak pada kualitas ibadah secara keseluruhan, antara lain:
– Tubuh terasa lebih lemas karena ritme tidur tidak teratur
– Sulit bangun untuk salat tepat waktu
– Waktu membaca Al-Qur’an sangat terbatas
– Minim interaksi sosial dan kepedulian terhadap sesama
Padahal Ramadan merupakan bulan pembentukan disiplin dan pengendalian diri.

Cara Mengatur Waktu Istirahat saat Ramadan

Agar tetap bugar tanpa mengurangi kualitas ibadah, beberapa langkah dapat diterapkan:
– Tidur lebih awal setelah salat Tarawih
– Bangun sahur dengan waktu cukup
– Istirahat singkat (power nap) 20–30 menit di siang hari
– Mengatur aktivitas agar tidak terlalu berat. Dengan manajemen waktu yang baik, kesehatan tetap terjaga dan ibadah dapat dilakukan optimal.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidur seharian saat puasa tidak membatalkan ibadah. Namun kebiasaan itu membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan meraih pahala Ramadan. Puasa bukan tentang mempercepat waktu berbuka dengan tidur, melainkan memaksimalkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (mt/hel)