Jerman hadapi gelombang panas ekstrem, suhu 41,3°C di Saarbrucken dekati rekor nasional. DWD keluarkan peringatan kesehatan, ganggu transportasi.
INDONESIAONLINE – Kota Saarbrucken di barat daya Jerman mencatatkan suhu 41,3 derajat Celsius pada Jumat (26/6/2026), angka yang berpotensi memecahkan rekor nasional baru jika dikonfirmasi resmi oleh Badan Meteorologi Jerman (DWD). Gelombang panas bersejarah ini diprediksi berlanjut hingga akhir pekan, dengan sejumlah wilayah berpeluang melampaui 42 derajat Celsius, menurut laporan stasiun televisi ZDF.
Pengukuran suhu di Saarbrucken saat ini masih dalam tahap verifikasi DWD, namun angka awal tersebut sudah melampaui rata-rata suhu musim panas Jerman yang biasanya berada di kisaran 20-25 derajat Celsius. Para ahli meteorologi menyebut gelombang panas kali ini sebagai fenomena langka yang dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang menahan udara panas dari Afrika Utara di atas wilayah Eropa Barat. Jika dikonfirmasi, angka 41,3 derajat Celsius akan melampaui rekor nasional sebelumnya yang tercatat pada 2019 lalu.
DWD telah mengeluarkan peringatan tekanan panas parah hingga ekstrem di sebagian besar wilayah negara, dengan fokus utama pada wilayah barat daya yang menjadi pusat gelombang panas. Peringatan ini khususnya ditujukan bagi kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan kondisi kesehatan mendasar.
Gangguan Transportasi dan Acara Publik
Panas ekstrem telah mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat Jerman. Layanan transportasi menjadi salah satu yang paling terdampak. Di dekat Bonn, sebuah kereta regional yang membawa sekitar 475 penumpang terpaksa dievakuasi setelah kerusakan teknis akibat sistem pendingin udara yang tidak berfungsi membuat kereta terhenti di tengah jalur.
Polisi federal mengatakan dua penumpang mengalami masalah peredaran darah akibat panas, satu di antaranya dibawa ke rumah sakit, sementara yang lain mengalami luka ringan selama evakuasi. Selain transportasi, sejumlah festival dan acara luar ruangan terpaksa dibatalkan karena pihak berwenang mendesak warga untuk menghindari paparan sinar matahari yang berkepanjangan dan tetap terhidrasi. Gedung Reichstag juga menutup kubah dan teras atapnya untuk pengunjung selama akhir pekan sebagai tindakan pencegahan.
“Panas, bersama dengan polutan udara, kini menjadi salah satu risiko kesehatan lingkungan yang paling signifikan di Jerman dan di seluruh dunia,” kata Alexandra Schneider, kepala kelompok penelitian Risiko Lingkungan.
Peringatan kesehatan ini disertai imbauan bagi warga untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 16.00 WIB, serta memastikan asupan cairan yang cukup.
DWD menambahkan bahwa badai petir terisolasi dapat terjadi pada Jumat, dengan risiko cuaca buruk meningkat selama akhir pekan karena gelombang panas terus melanda negara tersebut. Rumah sakit di wilayah barat daya Jerman telah menambah jumlah staf di unit gawat darurat untuk mengantisipasi lonjakan kasus heatstroke dan dehidrasi berat.
Hingga berita ini ditulis, warga Jerman masih berupaya beradaptasi dengan suhu ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Penjualan pendingin udara dan botol air minum dilaporkan melonjak tajam di sejumlah toko ritel, sementara taman kota dan kolam renang umum dipadati pengunjung yang mencari tempat sejuk.
Pemerintah Jerman juga mengimbau warga untuk memeriksa kondisi tetangga lansia mereka secara berkala selama gelombang panas berlangsung.













