INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 setelah program tersebut berjalan selama satu tahun.
Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur Sri Wahyuni yang mewakili Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum). Sri Wahyuni menyebut pelaksanaan SRT selama setahun terakhir telah membawa banyak perubahan positif bagi peserta didik, baik dari sisi pembentukan karakter maupun meningkatnya motivasi mereka dalam meraih cita-cita.
“Kita bersyukur dan bangga anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi sudah berjalan setahun dan banyak perubahan di sekolah ini. Pemprov Kaltim merasa bangga dan bersyukur,” ujarnya.
Menurut Sri Wahyuni, capaian tersebut tidak terlepas dari dedikasi para guru yang terus mendampingi para siswa meski berasal dari latar belakang yang beragam.
Ia mengungkapkan, sebagian siswa bahkan sempat putus sekolah dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya kembali mengenyam pendidikan melalui SRT.
“Kami sudah mendengar betapa kuatnya perjuangan para guru yang mengajar di SRT ini. Dengan latar belakang dan karakter anak yang berbeda. Bahkan, ada anak yang putus sekolah cukup lama, baru kembali lagi sekolah,” katanya.
Lebih lanjut, Sri Wahyuni menilai kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi telah membuka kesempatan bagi anak-anak untuk kembali belajar sekaligus menumbuhkan harapan terhadap masa depan mereka.
Ia mencontohkan, jika sebelumnya sebagian besar siswa hanya bercita-cita menjadi pekerja tambang, kini banyak yang mulai memiliki impian menjadi anggota Polri, TNI, guru, hingga dokter.
“Sebelumnya, mereka hanya bercita-cita sebagai pekerja tambang. Kini ada yang ingin menjadi polisi, tentara, guru, dokter,” ungkapnya.
Sri Wahyuni berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi terus berkembang dan mampu menjadi salah satu program yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (ra/hel)













