Nashville Hancurkan Inter Miami 4-1, Messi Gagal Selamatkan Tim

Nashville SC menghancurkan Inter Miami 4-1 di MLS 2026. Messi gagal penalti dan Miami menelan kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi (afp/leonardo fernandez)

Nashville SC menghancurkan Inter Miami 4-1 di MLS 2026. Messi gagal penalti dan Miami menelan kekalahan ketiga beruntun di semua kompetisi.

INDONESIAONLINE –  GEODIS Park menjadi panggung malam yang sulit dilupakan bagi Nashville SC dan sebaliknya menjadi tempat yang ingin segera dilupakan Inter Miami. Di hadapan pendukungnya, Nashville menggulung tim yang diperkuat Lionel Messi dengan skor 4-1 dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026, Minggu (16/8/2026) pagi WIB.

Hasil tersebut bukan sekadar kemenangan besar. Nashville berhasil menundukkan salah satu tim dengan daya tarik terbesar di MLS sekaligus mempertegas posisinya sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur. Berdasarkan data pertandingan yang diperbarui setelah laga, Nashville mengoleksi 43 poin dari 19 pertandingan, sementara Inter Miami berada di posisi kedua dengan 38 poin dari jumlah laga yang sama.

Bagi Inter Miami, kekalahan itu memperpanjang periode buruk yang datang pada saat yang tidak ideal. Sebelum menghadapi Nashville, klub berjuluk The Herons tersebut telah kalah dari Leon 2-3 dan Monterrey 1-2 dalam rangkaian pertandingan Leagues Cup. Kekalahan di Tennessee membuat Miami kini kehilangan tiga pertandingan secara beruntun di semua kompetisi.

Namun, angka tiga kekalahan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan persoalan yang terlihat di lapangan. Inter Miami sebenarnya datang dengan sejumlah pemain penting dan sempat memperoleh momentum untuk mengubah pertandingan. Masalahnya, kesempatan-kesempatan tersebut tidak mampu dimanfaatkan.

Messi Gagal Penalti, Nashville Mengubah Momentum

Nashville membuka pertandingan dengan tekanan yang membuat lini belakang Inter Miami tidak nyaman. Andy Najar memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui sundulan di depan gawang. Gol tersebut memberi tuan rumah keunggulan sekaligus membuat pertandingan bergerak sesuai ritme yang mereka inginkan.

Inter Miami memperoleh peluang emas hanya beberapa menit kemudian. Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-22 dan Lionel Messi mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Tetapi, tembakannya berhasil digagalkan penjaga gawang Nashville.

Kegagalan tersebut menjadi salah satu titik balik pertandingan. ESPN mencatat Messi mengalami kegagalan penalti ketiga secara beruntun.

Meski demikian, Inter Miami belum menyerah. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Telasco Segovia menyamakan kedudukan setelah menyelesaikan aksi individu di dalam kotak penalti. Umpan terobosan Messi menjadi bagian penting dari proses terciptanya gol tersebut.

Skor 1-1 ketika turun minum seolah membuka peluang bagi Miami untuk bangkit. Tetapi yang terjadi setelah jeda justru sebaliknya.

Nashville hanya membutuhkan empat menit pada babak kedua untuk kembali memimpin. Hany Mukhtar menerima ruang dan melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang membawa skor menjadi 2-1.

Tujuh menit kemudian, tekanan Nashville kembali menghasilkan gol. Sam Surridge mencatatkan namanya di papan skor untuk membuat keunggulan tuan rumah melebar menjadi 3-1.

Mukhtar kemudian melengkapi malam istimewanya pada menit ke-63. Kesalahan Rocco Ríos Novo ketika keluar dari area pertahanan memberi peluang terbuka bagi gelandang serang asal Jerman itu. Mukhtar tidak menyia-nyiakannya dan membawa Nashville unggul 4-1.

ESPN mencatat Mukhtar mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut, sementara Surridge ikut menyumbang satu gol. Nashville pun mempertahankan puncak klasemen Wilayah Timur setelah pertandingan.

Nashville Menang Bukan Sekadar karena Messi Gagal

Kekalahan Inter Miami tidak bisa seluruhnya dijelaskan oleh kegagalan Messi dari titik penalti. Nashville memperlihatkan permainan yang lebih efektif setelah pertandingan memasuki babak kedua.

Tuan rumah mampu menutup ruang di sekitar pemain-pemain kreatif Miami dan tidak memberikan keleluasaan bagi Messi untuk mengatur permainan dari area berbahaya. Setelah unggul 4-1, Nashville juga tidak terburu-buru mengejar gol tambahan.

Mereka memilih menjaga struktur pertahanan, mengontrol penguasaan bola pada fase tertentu, kemudian mengancam melalui transisi cepat. Strategi tersebut membuat Inter Miami kesulitan menemukan celah, terutama ketika pertandingan memasuki seperempat jam terakhir.

Data klasemen memperlihatkan perbedaan performa kedua tim sepanjang musim. Setelah 19 pertandingan, Nashville memiliki rekor 13 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kekalahan dengan selisih gol +24. Inter Miami memiliki 11 kemenangan, lima imbang, dan tiga kekalahan dengan selisih gol +10.

Perbedaan tersebut menjadi semakin berarti ketika kedua tim bertemu langsung dalam perebutan posisi teratas. Nashville tidak hanya mencuri tiga poin, tetapi juga memperlebar jarak menjadi lima poin atas Miami.

Bagi Nashville, kemenangan ini juga memperkuat reputasi Mukhtar sebagai salah satu pemain paling menentukan di MLS. MLS sebelumnya mencatat Mukhtar sebagai pemain penting dalam perjalanan Nashville dan menempatkannya sebagai peraih penghargaan Landon Donovan MLS MVP serta Golden Boot.

Ironisnya, justru pemain yang selama ini menjadi salah satu wajah MLS tersebut kembali menjadi pembeda ketika sorotan terbesar sebelum pertandingan tertuju kepada Messi.

Inter Miami kini menghadapi pekerjaan rumah besar. Kehadiran Messi tetap memberi kemampuan menciptakan peluang, sebagaimana terlihat dari assist kepada Segovia. Namun, satu pemain tidak cukup untuk menutupi persoalan kolektif ketika pertahanan rapuh dan peluang emas gagal dikonversi.

Kekalahan 1-4 di Nashville menjadi peringatan keras bahwa ambisi Miami untuk bersaing di papan atas MLS membutuhkan lebih dari sekadar ketergantungan pada momen magis sang kapten.

Sementara itu, Nashville meninggalkan GEODIS Park dengan pesan yang jauh lebih tegas: mereka bukan sekadar tim yang kebetulan berada di puncak klasemen. Dengan 43 poin dari 19 laga dan produktivitas gol yang jauh lebih baik, Nashville kini memiliki alasan kuat untuk memandang serius persaingan menuju babak playoff MLS 2026.

Bagi Inter Miami, pertandingan berikutnya menjadi kesempatan untuk menghentikan rangkaian kegagalan. Tetapi setelah tiga kekalahan beruntun, tekanan untuk segera menemukan kembali konsistensi jelas semakin besar.

Pertandingan Nashville dan Inter Miami juga memperlihatkan wajah lain MLS musim ini. Nama besar tetap menarik perhatian, tetapi di lapangan, struktur permainan, efisiensi, dan kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan masih menjadi penentu utama. Di GEODIS Park, Nashville membuktikannya dengan cara paling telak: empat gol, tiga poin, dan kemenangan yang memperkokoh posisi mereka di puncak Wilayah Timur.