Sikapi Aspirasi Gerakan Rakyat Menggugat, Rudy Mas’ud Paparkan Perjuangan Penanganan Karhutla, Listrik, hingga BBM

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. (ist)

INDONESIAONLINE  – Merespons tuntutan dari aksi Gerakan Rakyat Menggugat, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan kesiapannya untuk meneruskan dan memperjuangkan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.

Gubernur menjelaskan bahwa jauh sebelum adanya tuntutan aksi, langkah dan perjuangan keras telah dilakukan Pemprov Kaltim dalam berbagai kesempatan koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait.

Terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Kaltim terus berkoordinasi intensif dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga komunitas relawan di lapangan.

“Kerja untuk penanganan karhutla terus kami lakukan dengan koordinasi pusat, daerah, TNI dan Polri, juga relawan. Kami terus berjibaku memadamkan api di seluruh wilayah Kaltim dengan kemampuan maksimal yang kami miliki,” ucap Gubernur Rudy Mas’ud, Jumat (23/10/2026).

Soroti Masalah Krisis Listrik di Daerah Penghasil Energi

Selain karhutla, Gubernur Rudy Mas’ud juga memberikan penjelasan mendalam terkait krisis pemadaman listrik yang masih kerap mengganggu masyarakat Kaltim.

Perjuangan menyuarakan hak energi Kaltim disebutnya terus disampaikan secara langsung ke Kementerian ESDM di Jakarta maupun PLN Regional Kalimantan. “Kaltim penghasil energi terbesar di Indonesia, dari batu bara dan migas. Tapi mirisnya kita di sini, justru kita menunggu giliran menyala, bukan giliran padam,” sentil Rudy Mas’ud.

Desak Pertamina Buka SPBU Hingga Pukul 22.00 WITA

Persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di berbagai wilayah Kaltim turut menjadi perhatian serius Gubernur Rudy Mas’ud. Pihaknya telah mendesak pimpinan Pertamina, Pertamina Patra Niaga, SKK Migas, BPH Migas, hingga Hiswana Migas agar menjamin ketersediaan kuota BBM yang memadai di Kaltim.

Gubernur meminta SPBU di daerah dapat beroperasi minimal hingga pukul 22.00 WITA guna mengurai antrean dan melayani kebutuhan warga secara optimal. “Kita kan daerah penghasil. Miris sekali kalau setiap hari antrean BBM mengular. Saya sudah perjuangkan ke Pertamina, Pertamina Patra Niaga, SKK Migas, BPH Migas dan Hiswana Migas agar stok di Kaltim selalu tersedia dan cukup. Minimal SPBU bisa buka hingga pukul 22.00 Wita. Jika ada keluhan dari pihak SPBU, nanti bisa didiskusikan dengan Pemprov Kaltim. Terpenting masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (ra/hel)