Aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang diklaim 15 ribu peserta, didominasi mitra SPPG, minim penerima manfaat resmi program MBG.
INDONESIAONLINE – Aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Alun-Alun Tugu Kota Malang berakhir sekitar pukul 10.30 WIB, dengan klaim jumlah peserta mencapai 15 ribu orang. Namun pantauan lapangan menunjukkan mayoritas peserta bukan kalangan penerima manfaat resmi program tersebut, melainkan didominasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Malang Raya dan relawan dapur MBG.
Sesuai regulasi program MBG yang diinisiasi pemerintah pusat, penerima manfaat prioritas meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan tenaga pendidik. Namun di lokasi aksi, hampir tidak ditemukan satupun perwakilan dari kelompok tersebut. Yang hadir justru petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan karyawan seluruh dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Malang Raya.
Klaim 15 Ribu Peserta, Didominasi Relawan Dapur MBG
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 297 SPPG aktif di Malang Raya. Setiap dapur MBG rata-rata memiliki 30 hingga 50 karyawan, sehingga total potensi peserta dari kalangan SPPG mencapai 11.880 orang. Informasi dihimpun, jika satu SPPG mengirimkan seluruh karyawannya yang diperkirakan mencapai 40 orang per dapur, maka jika ditotal ada sekitar 11 ribu peserta yang meramaikan acara tersebut.
Jumlah ini belum ditambah dengan relawan eksternal dari kelompok petani, nelayan, dan UMKM yang juga turut diundang dalam aksi tersebut, sehingga total peserta yang hadir diprediksi mendekati angka 15 ribu yang diklaim panitia.
Seluruh dapur MBG yang beroperasi di wilayah Malang Raya mengirimkan seluruh karyawannya untuk ikut dalam aksi tersebut. Satu dapur setidaknya ada sebanyak 30 hingga 50 relawan atau karyawannya yang dikirimkan untuk meramaikan acara tersebut.
“Kalau saya dari SPPG Bahrul Maghfiroh, ada sekitar 57 relawan (SPPG) yang berangkat,” ujar Purwanto, PIC Ompreng SPPG Bahrul Maghfiroh ditemui di lokasi acara.
Peserta lain bernama Devi berasal dari Mitra SPPG Donomulyo. Devi mengaku mendatangi acara tersebut dengan 100 rekan seprofesinya dari SPPG Donomulyo Kabupaten Malang.
“Kalau dari Donomulyo, ada 100 orang (relawan), kan ada dua dapur. Memang diminta untuk datang kesini semua,” ujar Devi, Mitra SPPG di Donomulyo.
Terkesan Kampanye, Kader Gerindra Hadir di Panggung
Selain minimnya penerima manfaat, aksi tersebut juga menuai sorotan lantaran terkesan seperti agenda kampanye politik. Beberapa peserta terlihat membawa poster bergambar dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Panitia juga mewajibkan seluruh peserta mengenakan pakaian berwarna putih, dan tak sedikit yang mengenakan kaos seragam bergambar tulisan “82 juta PM Prabowo Baik”. Acara tersebut berlangsung meriah dengan iringan musik dangdut dan orasi dukungan yang didominasi narasi terkait kepemimpinan nasional.
Angka 82 juta merujuk pada target pemerintah pusat untuk jumlah penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, beberapa kader Partai Gerindra juga turut meramaikan acara dari atas panggung, antara lain Rimzah, Lelly Theresiawati, Danny Agung Prasetyo, Unggul Nugroho, dan Moreno Soeprapto.
Jika panitia mengklaim bahwa peserta aksi mencapai 15 ribu, maka hampir dapat dipastikan bahwa peserta didominasi atau bahkan seluruhnya berasal dari Mitra SPPG. Hingga acara rampung, nyaris tak ditemui kalangan yang tergolong penerima manfaat, baik siswa, ibu hamil, ibu menyusui ataupun tenaga pendidik.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada sesi edukasi terkait mekanisme penyaluran MBG atau penyerahan bantuan langsung kepada penerima manfaat, yang seharusnya menjadi inti dari kegiatan dukungan program sosial (rw/dnv).













