INDONESIAONLINE – Banjir lahar menerjang sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Salah satu sungai yang terdampak adalah Sungai Glidik di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.
Derasnya aliran banjir lahar membuat Jembatan Limpas di Tempursari tidak dapat dilalui. Air yang meluap hingga melampaui permukaan jembatan menyebabkan akses penghubung itu terputus sementara, baik bagi kendaraan maupun warga yang hendak melintas.
“Jembatan Limpas untuk sementara tidak bisa dilalui karena air sudah di atas jembatan,” kata warga setempat, Sudibyo, Senin (2/11/2026).
Tak hanya mengganggu akses transportasi, banjir lahar di Sungai Glidik juga mulai mengancam permukiman penduduk di sekitar bantaran sungai. Jarak antara aliran banjir dengan rumah warga dilaporkan hanya tersisa sekitar 5 meter. “Banjir lahar sudah berjarak sekitar 5 meter dari rumah warga,” ungkap Sudibyo.
Situasi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir. Peringatan mengenai kondisi banjir lahar juga ramai disampaikan melalui media sosial. Salah satunya melalui unggahan akun Threads @mariayollanda_ pada Senin pagi.
Dalam unggahan yang dibuat sekitar pukul 06.37 WIB, pemilik akun tersebut menyampaikan bahwa banjir lahar di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, telah mendekati kawasan perumahan. Aliran banjir disebut tinggal sekitar 5 meter dari rumah penduduk. Bahkan, badan jalan di lokasi kejadian dilaporkan sudah tidak tampak akibat terendam aliran banjir.
“5 MENIT YANG LALU, 02 NOP 2026, Pk 06.37 pagi ini…..DESA TEMPURSARI LUMAJANG JAWATIMUR, SDH 5 MTR DR PERUMAHAN WARGA, JALANAN SUDAH TIDAK TAMPAK, SEMOGA TDK ADA KORBAN, AMIN🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏,” tulisnya.
Sebelumnya, aktivitas banjir lahar Gunung Semeru juga terpantau melalui rekaman seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru. Alat tersebut mencatat amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter.
Sementara itu, status aktivitas Gunung Semeru hingga saat ini masih berada pada level III atau siaga. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai yang dialiri banjir lahar. (ars/hel)






