Festival Film Cannes 2026 tutup diwarnai penghormatan puisi Mahmoud Darwish, kemenangan Fjord, isu Palestina, dan pidato politis sineas.
INDONESIAONLINE – Festival Film Cannes ke-79 resmi ditutup pada Sabtu (23/5/2026) malam WIB, dengan upacara yang memadukan perayaan sinema dengan solidaritas politik yang tegas, penghormatan untuk penyair Palestina Mahmoud Darwish, serta kemenangan besar bagi sineas auteur asal Rumania, Polandia, dan Rusia.
Selama 10 hari penyelenggaraan, 19 film dalam kompetisi utama bersaing memperebutkan penghargaan tertinggi, namun momen yang paling banyak dibicarakan adalah pengakuan Cannes terhadap fungsi sinema sebagai alat kritik sosial, terutama untuk pembebasan Palestina.

Penghormatan Darwish Buka Penutupan Cannes 2026
Sineas Quebec Xavier Dolan memulai upacara penutupan dengan membacakan puisi karya Mahmoud Darwish berjudul “Ala Hadzihil Ardh ma Yastahiq al-Hayah” (Di Atas Bumi Ini, Ada yang Layak untuk Hidup).
Darwish, yang dikenal sebagai penyair nasional Palestina (1941-2008), telah lama menuliskan penderitaan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel melalui lebih dari 30 karya puisi dan esai yang diakui secara global. Dolan sengaja membacakan penggalan puisi tersebut sesaat sebelum pengumuman penghargaan Sutradara Terbaik.
“Di bumi ini, ada hal-hal yang layak untuk hidup: getaran April, aroma roti saat fajar, pendapat seorang perempuan tentang lelaki, tulisan-tulisan Aeschylus, cinta pertama, rumput yang tumbuh di atas batu, para ibu yang berdiri di atas seutas seruling, dan ketakutan para penjajah pada kenangan.”
Penghormatan ini bukanlah momen solidaritas Palestina pertama di Cannes 2026. Sepanjang festival, isu Palestina digaungkan sejumlah tokoh perfilman, mulai dari model Bella Hadid hingga sutradara legendaris Pedro Almodovar yang hadir dengan film Bitter Christmas (Amarga Navidad) dalam seleksi resmi.
Dolan menegaskan pembacaan puisi tersebut adalah bentuk penolakan terhadap upaya pembungkaman suara rakyat Palestina di ruang publik global.
“Puisi Darwish adalah pengingat bahwa ada martabat yang tidak bisa dihancurkan oleh pendudukan, dan seni harus terus menyuarakannya,” ujarnya saat konferensi pers usai upacara.

Palme d’Or Jatuh ke Fjord, Angkat Isu Pelecehan Anak
Penghargaan tertinggi Palme d’Or 2026 diberikan kepada film Fjord karya sutradara Rumania Cristian Mungiu. Mungiu, yang sebelumnya memenangkan Palme d’Or pada 2007 lewat film 4 Months, 3 Weeks and 2 Days, kembali unjuk gigi dengan karya yang terinspirasi dari peristiwa nyata dan mengangkat isu pelecehan anak serta benturan nilai progresif dan tradisional.
Film ini berfokus pada keluarga Gheorghiu, keluarga evangelis asal Rumania yang pindah ke kota kecil di Norwegia di tepi Fjord. Tokoh utama Mihai, diperankan oleh Sebastian Stan yang menuai pujian lewat perannya sebagai Donald Trump dalam The Apprentice karya Ali Abbasi, digambarkan sebagai insinyur aeronautika yang bekerja sebagai programmer komputer di komunitas evangelis lokal.
Pasangan ini membesarkan anak-anak mereka dengan disiplin ketat dan religiusitas tinggi, hingga seorang guru menemukan memar misterius di tubuh salah satu anak perempuan mereka, memicu konflik dengan masyarakat sekitar yang awalnya menerima kehadiran keluarga tersebut.
Sutradara Ramai Suarakan Isu Politik: Palestina hingga Perang Ukraina
Penghargaan Sutradara Terbaik tahun ini dibagi antara Javier Calvo dan Javier Ambrossi untuk film La Bola Negra (Spanyol) dan Pawel Pawlikowski untuk Fatherland (Polandia).
Dalam pidato kemenangannya, Pawlikowski menegaskan bahwa film harus mencerminkan situasi politik tanpa didikte kepentingan pihak tertentu.
“Dibutuhkan keberanian di dunia ini untuk berbicara tentang apa yang benar-benar dilihat orang. Harus ada ruang kebebasan bagi seni. Semakin banyak orang yang yakin bahwa mereka berada di pihak yang benar. Sinema harus melawan, itulah sebabnya kami membuat film ini,” ujarnya dilansir laman Euro News.
Sementara itu, Grand Prix Cannes 2026 diberikan kepada film Minotaur karya sutradara Rusia Andrey Zvyagintsev. Dalam pidato kemenangannya, Zvyagintsev menyoroti invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, dan secara langsung menyerukan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan perang.
“Ada seseorang lagi yang ingin saya sapa secara pribadi hari ini. Jutaan orang di kedua sisi garis kontak hanya memimpikan satu hal: agar pembantaian ini akhirnya berhenti,” kata Zvyagintsev.
Juri kompetisi utama tahun ini dipimpin oleh sutradara Korea Selatan Park Chan-wook, yang sebelumnya memenangkan Grand Prix 2004 lewat film Oldboy.
Dominasi Film Auteur, Minim Blockbuster Hollywood
Cannes 2026 diapresiasi karena memberikan ruang luas bagi sineas untuk mengekspresikan sikap politiknya, dengan isu perang, migrasi, pengasingan, identitas, hingga dampak psikologis kekerasan menjadi tema yang paling banyak diangkat dalam 19 film kompetisi utama.
Film-film auteur dan art-house mendominasi percakapan festival, sementara kehadiran film blockbuster Hollywood terlihat lebih minim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Cannes tahun ini tetap menonjolkan unsur budaya populer lain seperti mode, keglamoran, wellness, dan teknologi. Film pembuka kategori Un Certain Regard adalah Teenage Sex and Death at Camp Miasma karya Jane Schoenbrun, yang menegaskan komitmen Cannes dalam menghadirkan perpaduan sineas mapan dan suara-suara baru dalam perfilman dunia.
Pedro Almodovar hadir dalam konferensi pers film Bitter Christmas pada 20 Mei 2026, menambah daya tarik publik terhadap festival tahun ini.
Pada tahun lalu, sutradara Iram Jafar Panahi memenangkan Palme d’Or lewat film It Was Just an Accident, sedangkan Joachim Trier membawa pulang Grand Prix melalui Sentimental Value. Aktris Prancis Juliette Binoche memimpin dewan juri Cannes 2025 setelah menggantikan Greta Gerwig yang menjabat pada 2024.
Berikut adalah daftar lengkap pemenang utama Festival Film Cannes ke-79:
- Palme d’Or: Fjord (Cristian Mungiu, Rumania)
- Grand Prix: Minotaur (Andrey Zvyagintsev, Rusia)
- Sutradara Terbaik: Javier Calvo & Javier Ambrossi (La Bola Negra) dan Pawel Pawlikowski (Fatherland)
- Film Pembuka Un Certain Regard: Teenage Sex and Death at Camp Miasma (Jane Schoenbrun)
Festival yang berlangsung dari 12 hingga 23 Mei 2026 ini menegaskan posisi Cannes sebagai ruang aman bagi ekspresi seni yang berani, tanpa takut pada tekanan politik atau komersial. Bagi banyak sineas, kemenangan di Cannes 2026 bukan hanya tentang penghargaan teknis, tapi juga validasi bahwa sinema masih memiliki kekuatan untuk mengubah narasi global.













