INDONESIAONLINE – Beragam cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk mencegah stunting. Terkini, Pemkot Blitar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) meluncurkan program Gertak (Gerakan Serentak) Pencegahan Stunting. Program baru ini diluncurkan untuk menekan kasus stunting di Kota Blitar.

 Plt Kepala Dinas P3AP2KB Kota Blitar Nurwaini dilansir dari situs resmi Pemkot Blitar menyampaikan, Gertak Pencegahan Stunting adalah program baru untuk menekan kasus stunting di Kota Blitar. Dalam menjalankan program ini, DP3AP2KB  menerjunkan petugas ke kelurahan-kelurahan untuk memantau kondisi ibu hamil.

Di hari pertama, tim Gertak Pencegahan Stunting melakukan kunjungan ke 150 ibu hamil yang berasal dari keluarga kurang mampu di 21 kelurahan. “Petugas memverifikasi dan memvalidasi data, sebelum nantinya akan diberikan bantuan berupa paket gizi,” kata Nurwaini dilansir dari situs resmi Pemkot Blitar, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga  Kasus Covid Meningkat, Bupati Jember: Banyak Perantauan yang Terpapar

Total ada 20 petugas yang diterjunkan DP3A2KB Kota Blitar untuk menyukseskan program Gertak Pencegahan Stunting. Para petugas melakukan verifikasi dan validasi data ibu hamil.

“Kami memastikan bantuan yang diberikan berupa makanan untuk pemenuhan protein ibu hamil. Jenis makanannya dikonsultasikan dengan ahli gizi. Saat ini masih tahap pengecekan dan nanti akan kita tindaklanjuti dengan pemberian paket gizi bagi ibu hamil,” imbuh Nurwaini.

Lebih lanjut Nuwaini menyampaikan, sesuai dengan rencana awal bantuan gizi untuk ibu hamil akan diserahkan pada Hari Jadi Kota Blitar ke-117 Tahun 2023. “InsyaAlah bantuan untuk ibu hamil akan kami serahkan pada peringatan Hari Jadi Kota Blitar ke-117 yang jatuh pada  April 2023,” pungkasnya.

Baca Juga  Lantik 23 Kades Terpilih, Ini Pesan Penting yang Disampaikan Bupati Blitar