INDONESIAONLINE – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa melalui penyelenggaraan SAINTEKPRENEUR 2026: Business Plan Competition. Program yang digelar pada 3 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya fakultas mendorong lahirnya startup inovatif berbasis sains dan teknologi.
Kompetisi tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengembangkan ide bisnis kreatif dalam bentuk proposal business plan. Berbagai gagasan yang diajukan peserta menunjukkan potensi mahasiswa dalam menciptakan produk maupun layanan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia industri.
Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian oleh tim reviewer, sebanyak 10 proposal terbaik ditetapkan sebagai penerima pendanaan dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bantuan dana tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus agar ide-ide bisnis mahasiswa dapat diwujudkan menjadi startup yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr H Agus Mulyono SPd MKes mengatakan, SAINTEKPRENEUR merupakan bentuk komitmen fakultas dalam menumbuhkan budaya inovasi sekaligus semangat kewirausahaan di lingkungan kampus. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki keberanian berinovasi dan membangun usaha berbasis sains serta teknologi. Melalui SAINTEKPRENEUR, ide-ide kreatif mahasiswa mendapatkan ruang untuk berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Business Plan Competition ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga berfungsi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dalam menyusun model bisnis secara menyeluruh. Peserta dibimbing mulai dari mengidentifikasi permasalahan, melakukan analisis pasar, mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, hingga merancang keberlanjutan usaha.
Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam membangun bisnis yang inovatif serta mampu beradaptasi dengan dinamika pasar.
Program SAINTEKPRENEUR juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam mencetak lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan, mampu menghasilkan inovasi, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
FST UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap pendampingan dan dukungan pendanaan yang diberikan kepada sepuluh tim terbaik dapat mempercepat realisasi proposal bisnis mereka menjadi produk maupun startup yang siap diterapkan. Inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui penyelenggaraan SAINTEKPRENEUR 2026, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi yang produktif. FST juga terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) melalui startup berbasis sains dan teknologi. (ars/hel)







