INDONESIAONLINE – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagia dan harunya saat meresmikan ratusan Sekolah Rakyat (SR) secara serentak di seluruh penjuru tanah air. Dalam acara yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), Prabowo menyebut inisiatif ini sebagai langkah revolusioner dalam dunia pendidikan Indonesia.
Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang telah berkolaborasi mewujudkan fasilitas pendidikan ini. Menurut dia, Sekolah Rakyat adalah solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.
”Hari ini saya sangat bahagia. Upaya ini adalah langkah terobosan yang berani dan dampaknya benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Saya terharu melihat keberhasilan langkah kita bersama ini,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Menjangkau “The Invisible People”
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan bahwa saat ini telah berdiri 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi serta 131 kabupaten/kota. Institusi ini telah menampung sebanyak 15.954 siswa, didukung lebih dari 7.000 tenaga pendidik dan kependidikan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa target utama sekolah ini adalah anak-anak dari kelompok ekonomi paling bawah atau yang ia sebut sebagai the invisible people.
- Profil Siswa: Sebanyak 60% siswa berasal dari keluarga sangat rentan.
- Latar Belakang Orang Tua: Mayoritas bekerja sebagai buruh harian lepas, buruh tani, nelayan, tukang ojek, hingga pemulung.
Perubahan Karakter Siswa
Selain memberikan akses pendidikan gratis, keberadaan Sekolah Rakyat dilaporkan membawa dampak positif bagi perilaku anak-anak. Beberapa testimoni orang tua siswa menyebutkan bahwa anak-anak mereka kini menjadi lebih disiplin dalam beribadah dan berhasil mengurangi ketergantungan pada gawai (handphone).
Pemerintah berharap program ini terus berkembang sebagai fondasi kuat dalam mencetak generasi emas Indonesia dari seluruh lapisan sosial tanpa terkecuali.
Data Singkat Program Sekolah Rakyat 2026:
- Total Titik: 166 sekolah.
- Jangkauan: 34 provinsi & 131 kabupaten/kota.
- Total Peserta Didik: 15.954 Siswa.
- Fokus Utama: Anak dari keluarga ekonomi rentan (buruh, pemulung, dan lain-lain). (hsa/hel)













