Wisata  

Ijen Geopark Run Banyuwangi Jadi Pembuka Geopark Run Series 2026/2027

Ijen Geopark Run Banyuwangi Jadi Pembuka Geopark Run Series 2026/2027
Kemenpar pilih Ijen Geopark Run Banyuwangi sebagai pembuka Geopark Run Series 2026/2027, tarik ribuan pelari nasional-mancanegara, dukung sport tourism (kemenpar RI)

Kemenpar pilih Ijen Geopark Run Banyuwangi sebagai pembuka Geopark Run Series 2026/2027, tarik ribuan pelari nasional-mancanegara, dukung sport tourism.

INDONESIAONLINE – Ruang serbaguna Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI di Jakarta Selatan dipadati ratusan pelari, pegiat pariwisata, dan pejabat daerah pada Jumat (22/5/2026) siang. Bukan sekadar acara rutin, peluncuran Geopark Run Series 2026/2027 hari itu membawa kabar spesial bagi warga Banyuwangi: Ijen Geopark Run di Kabupaten Banyuwangi resmi ditunjuk sebagai seri pembuka rangkaian event sport tourism nasional yang akan diikuti ribuan pelari dari dalam dan luar negeri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, pemilihan Banyuwangi bukan tanpa alasan. Ijen Geopark telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada September 2023, mencakup enam kabupaten di Jawa Timur dengan kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang unik.

Kawasan ini menyimpan fenomena langka seperti kawah belerang terbesar di dunia (luas 0,41 km²), danau kawah asam dengan pH 0,5, serta fenomena blue fire yang hanya ada di dua tempat di dunia, yaitu Ijen dan Islandia. Keunikan ini membuat Ijen dikunjungi lebih dari 1,2 juta wisatawan pada 2025, naik 18% dari tahun sebelumnya menurut data Dinas Pariwisata Banyuwangi.

“Banyuwangi sebagai gerbang utama akses ke Ijen memiliki kesiapan destinasi, infrastruktur, dan rekam jejak sukses menggelar event berskala internasional yang tidak dimiliki daerah lain,” kata Widiyanti di sela peluncuran event.

Data Kemenpar menunjukkan, sport tourism menjadi salah satu pilar pertumbuhan pariwisata Indonesia yang paling cepat berkembang. Pada 2024, sektor ini menyumbang 17,8% dari total penerimaan pariwisata nasional, dengan 23,4 juta wisatawan baik mancanegara maupun nusantara berpartisipasi dalam berbagai event olahraga wisata. Angka ini melonjak 32% dibandingkan 2023, seiring pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi.

Banyuwangi sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu hub sport tourism unggulan di Indonesia. Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani yang hadir dalam peluncuran tersebut menyebutkan, daerah yang dipimpinnya telah memiliki pengalaman lebih dari satu dekade menggelar event olahraga berbasis wisata.

Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang kini masuk dalam kalender event UCI (Union Cycliste Internationale) telah digelar sejak 2012, diikuti ribuan pembalap dari 30 negara. Tahun lalu, Ijen Green Trail Run 2025 mencatat 2.100 peserta dari 12 negara, sementara event di kawasan Taman Nasional Alas Purwo seperti Duathlon Alas Purwo dan Alas Purwo Jungle Run rata-rata diikuti 1.500 peserta setiap tahunnya.

Banyuwangi juga didukung akses transportasi yang memadai. Bandara Internasional Banyuwangi melayani 12 penerbangan harian dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kuala Lumpur, dengan total 2,1 juta penumpang pada 2025. Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi yang dioperasikan sejak 2024 juga memangkas waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi dari 6 jam menjadi 3,5 jam, memudahkan akses peserta dari berbagai daerah.

“Kami juga telah menyiapkan sistem transportasi lokal dari bandara ke venue lomba dan hotel peserta, demi kenyamanan pelari dari luar kota,” tambah Ipuk.

Ijen Geopark Run yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 diproyeksikan menjadi seri paling diminati dalam Geopark Run Series 2026/2027. Ketua Pelaksana Geopark Run Series, Ihsan Ramadhi Putra, mengungkapkan pendaftaran peserta akan dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026, dengan pengambilan race pack collection (RPC) pada 21-22 Agustus di area Taman Blambangan Banyuwangi.

“Kami menargetkan 5.000 peserta untuk seri Ijen, dengan kategori lomba yang beragam mulai dari 5K fun run, 10K, half marathon 21K, full marathon 42K, hingga kategori trail run 14K yang melintasi jalur pendakian Ijen dengan kenaikan elevasi 800 meter. Untuk pertama kalinya, peserta trail run akan diberikan akses khusus melintasi area kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena blue fire, tentu dengan protokol konservasi yang ketat,” jelas Ihsan.

Setelah seri Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series akan berlanjut ke tiga lokasi geopark UNESCO lainnya di Indonesia. Minang Geopark Run di Sumatera Barat, yang juga telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark sejak 2020, akan digelar pada 1 November 2026.

Selanjutnya, Ciletuh Geopark Run di Jawa Barat (UNESCO Global Geopark 2017) pada 17 Januari 2027, dan penutup Belitong Geopark Run di Kepulauan Bangka Belitung (UNESCO Global Geopark 2024) pada 18 April 2027. Total target peserta sepanjang rangkaian event ini mencapai 20.000 orang dari 30 negara.

Widiyanti menegaskan, konsep Geopark Run Series tidak sekadar ajang olahraga lari biasa. “Kami mengintegrasikan tiga pilar utama: olahraga, konservasi geopark, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Sebanyak 5% dari total pendapatan pendaftaran setiap seri akan disalurkan ke dana konservasi masing-masing geopark.

Untuk Ijen, dana ini akan digunakan untuk reforestasi area kawah yang kehilangan 120 hektar tutupan hutan pada 2023 akibat pembalakan liar, berdasarkan data Dinas Kehutanan Jawa Timur, serta pelatihan pemandu wisata geopark bagi warga sekitar dan pengadaan papan informasi interpretatif di jalur pendakian.”

Dari sisi ekonomi, event sport tourism tercatat memiliki dampak multiplier yang jauh lebih besar dibandingkan wisata konvensional. Data Kemenpar 2024 menunjukkan, rata-rata lama tinggal peserta sport tourism di destinasi mencapai 4,2 hari, lebih tinggi daripada rata-rata nasional wisatawan umum yang hanya 2,7 hari. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, penjualan kuliner lokal, hingga produk UMKM. Setiap seri Geopark Run diproyeksikan menciptakan 300-500 lapangan kerja sementara, dengan 20% di antaranya terserap oleh pelaku UMKM lokal.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi juga telah menyiapkan paket wisata khusus bagi peserta Ijen Geopark Run yang ingin berlibur lebih lama. “Kami berkolaborasi dengan 120 hotel, 45 agen travel, dan 200 UMKM kuliner di Banyuwangi untuk memberikan diskon khusus bagi peserta event. Selain lari, peserta juga bisa menikmati destinasi lain seperti Pantai Plengkung (G-Land), Taman Nasional Alas Purwo, dan Desa Adat Kemiren yang memiliki keunikan budaya Osing,” katanya.

Masih dari data Kemenpar, Indonesia menargetkan kedatangan 18 juta wisatawan mancanegara dan 300 juta pergerakan wisatawan nusantara pada 2027. Sport tourism, melalui inisiatif seperti Geopark Run Series, diharapkan dapat berkontribusi 22% terhadap total penerimaan pariwisata pada tahun tersebut.

“Geopark Run Series bukan hanya ajang promosi destinasi, tapi juga cara kami mengedukasi publik tentang pentingnya konservasi geopark yang merupakan warisan bumi bagi generasi mendatang,” tutup Widiyanti.

Hingga Jumat (22/5) sore, panitia mencatat sudah ada 427 calon peserta yang melakukan pra-registrasi untuk Ijen Geopark Run, dengan 38 di antaranya berasal dari Malaysia, Singapura, dan Australia. Masyarakat yang berminat dapat mengakses situs resmi geoparkrunseries.id untuk informasi lebih lanjut.