INDONESIAONLINE – Internasionalisasi jurnal-jurnal ilmiah terus dilakukan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Melalui Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) proyek internasionalisasi tersebut dimulai. Hal ini untuk mendorong agar terdapat jurnal ilmiah yang kembali terindeks Scopus, selain Journal of Islamic Architecture yang terlebih dahulu terindeks Scopus pada 2021.

Upaya PPI adalah dengan menghadirkan salah satu assessor jurnal ilmiah di Indonesia, Prof Dr Istadi MT dalam Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus, di Ruang Meeting Gedung Rektorat, belum lama ini. 

Ketua PPI, M Anwar Firdausy menjelaskan, Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus dilaksanakan dalam tiga sesi. 

Sesi pertama diisi narasumber dengan sharing informasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan oleh pengelola jurnal sebelum mengajukan indeksasi ke Scopus. 

Kemudian dilanjutkan Sesi kedua dan ketiga yang akan dilakukan bulan selanjutnya dengan bahasaan materi yang lebih mendalam.  

Baca Juga  Semakin Mantap Songsong World Class University, Tiga Prodi Unisma Terakreditasi Internasional

“Sesi dua dan tiga akan dilakukan Agustus mendatang. Sebelum diputuskan mana saja jurnal yang benar-benar siap diajukan,” jelasnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Agus Maimun MPd menambahkan, pihaknya optimis bahwa jurnal yang diundang siap dan layak menuju indeksasi Scopus. 

Meskipun nantinya bisa saja terdapat penolakan terkait kelayakan jurnal, hal tersebut tentunya tidak akan mematahkan semangat para pengelola jurnal untuk melakukan perbaikan dan mengajukan jurnal dalam indeksasi Scopus.

“Jika ditolak, setidaknya kita pernah mencoba dan tahu apa yang harus diperbaiki jika ingin mengajukan lagi,” tuturnya.

1

Dalam workshop, PPI mengundang para pengelola jurnal. Pengelola jurnal ilmiah yang diundang merupakan pengelola jurnal yang dipandang layak untuk pengajuan Indeksasi Scopus. Saat ini, terdapat total 16 pengelola jurnal.

“16 pengelola jurnal tersebut, dari delapan jurnal UIN Maliki Malang yang sudah tersertifikasi di level nasional (Sinta) hadir dalam workshop,” jelasnya.

Baca Juga  Proses Rekrutmen Guru P3K, Komisi 4 DPRD Banyuwangi Siap Dampingi PGRI

Untuk kedelapan jurnal yang diundang dalam workshop tersebut, diantaranya adalah Jurnal El-Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal LiNGUA, Jurnal CAUCHY, Jurnal Jurisdictie, Jurnal De Jure, Jurnal MEC-J, dan Ijaz Araby. 

Sementara itu, Prof Dr Istadi ST MT menyampaikan, agar agar tidak ragu mengajukan jurnal untuk terindeksasi Scopus. Utamanya, jika jurnal sudah siap dari segala aspek, termasuk bobot tulisan dan daftar editorial team yang mumpuni.

Pihaknya juga menyampaikan, terkait pentingnya clarity of abstract. Sebelum membedah konten artikel, dijelaskan Istadu, tim Scopus harus mengadakan scanning terlebih dahulu. 

“Selain judul, abstrak adalah yang muncul paling awal ketika diklik judul artikelnya di Open Journal System(OJ),” jelasnya. 

Tata bahasa yang dipakai harus benar-benar diperhatikan. Karena dalam abstrak menggunakan bahasa Inggris, maka kaidah grammar harus benar-benar diperhatikan. “Kaidah grammar-nya harus benar. Itu absolut!,” Tegasnya.