Investasi Masa Depan Benua Etam, Gubernur Harum Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Program Gratispol Pendidikan

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. (ist)

INDONESIAONLINE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Gratispol Pendidikan. Kebijakan ini dihadirkan sebagai investasi jangka panjang guna menjamin kesetaraan akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak daerah di Benua Etam.

Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan bahwa kehadiran program tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah agar faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghambat generasi muda untuk berprestasi.

“Gratispol Pendidikan merupakan investasi kita untuk masa depan Kaltim. Pemerintah hadir agar anak-anak Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala persoalan biaya,” ujar Gubernur Harum, Rabu (02/09/2026).

Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan Kalimantan Timur saat ini tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada penguatan kapasitas intelek masyarakatnya agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung dan infrastruktur, tapi juga manusia. Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan harus kita lakukan secara berkelanjutan. Kita ingin anak-anak Kaltim memiliki pendidikan yang baik dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Guna memastikan efektivitasnya di lapangan, Pemprov Kaltim juga terus melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap skema pelaksanaan program Gratispol Pendidikan agar tepat sasaran dan berdaya guna.

“Kita ingin Gratispol terus diperbaiki. Bukan hanya dari sisi jumlah penerima, tapi juga dari mekanisme penyaluran, sasaran dan dampaknya terhadap keinginan siswa pendidikan,” tegas Harum.

Gubernur Harum menambahkan bahwa pemerintah sangat terbuka menerima masukan dan aspirasi dari para mahasiswa untuk penyempurnaan kebijakan ke depan. Langkah ini diambil agar luaran dari program pendidikan gratis tersebut dapat berdampak langsung pada pembangunan daerah.

“Setiap aspirasi yang disampaikan siswa akan kita lihat dan evaluasi. Prinsipnya, pemerintah ingin memastikan anak-anak Kaltim bisa kuliah, menyelesaikan pendidikannya, kemudian kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (ra/hel)