INDONESIAONLINE – Iran dikabarkan mempertimbangkan mundur dari ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko). Keputusan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik militer Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali. Ia menegaskan negaranya tidak dapat mengikuti turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut di tengah situasi perang.
Menurut Donyamali, kondisi politik dan keamanan yang terjadi saat ini membuat Iran tidak mungkin berpartisipasi dalam kompetisi internasional tersebut.
Situasi Iran semakin memanas setelah kehilangan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei, yang tewas dalam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Peristiwa itu memicu meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang juga berimbas ke negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat.
“Mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia dalam keadaan apa pun,” ujar Donyamali dikutip Sky Sports.
Jika Iran tidak mau berlaga di Piala Dunia 2026, mereka bukanlah negara pertama yang melakukam boikot dalam sejarah turnamen tersebut. Sejumlah negara sebelumnya juga pernah mengambil langkah serupa karena alasan politik maupun konflik internasional.
Salah satu contohnya terjadi pada Piala Dunia 1934 Italia. Ketika itu, Uruguay menolak tampil di Italia. Negara tersebut memprotes minimnya partisipasi tim Eropa saat Uruguay menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi sebelumnya.
Masih di Piala Dunia 1934, negara-negara dari Britania Raya seperti Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia juga memilih tidak ikut serta. Saat itu federasi sepak bola Inggris (FA) keluar dari keanggotaan FIFA dan menganggap kompetisi di wilayah mereka lebih bergengsi.
Aksi boikot juga dilakukan Argentina pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Negara tersebut memutuskan tidak berpartisipasi karena gagal terpilih sebagai tuan rumah.
Sementara, seluruh negara Afrika memboikot Piala Dunia 1966 d Inggris sebagai bentuk protes terhadap sistem kuota yang dianggap tidak adil bagi wakil Afrika.
Kasus lain terjadi pada Piala Dunia 1974 Jerman Barat (Jerman). Saat itu Uni Soviet menolak bermain melawan Chile. Keputusan itu diambil sebagai bentuk protes terhadap kudeta militer Chile yang dipimpin Augusto Pinochet terhadap Presiden Salvador Allende.
Kini Iran menjadi negara terbaru yang mempertimbangkan langkah serupa. Konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan sekutunya disebut menjadi alasan utama kemungkinan absennya Team Melli dari Piala Dunia 2026. (hsa/hel)













