INDONESIAONLINE – Iran belum berencana mengikuti putaran lanjutan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan menjelang berakhirnya gencatan senjata di Timur Tengah.
Dilansir AFP, Senin (20/4/2026), keputusan Iran itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan tim negosiatornya menuju Pakistan hanya beberapa hari sebelum masa gencatan senjata berakhir.
Saat ini ketegangan antara kedua negara semakin tajam akibat blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi kian memanas setelah Trump mengumumkan kapal perang AS menembak kapal Iran yang disebut mencoba menerobos blokade.
Media pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber internal, menyatakan saat ini belum ada rencana Teheran menghadiri putaran pembicaraan berikutnya dengan Washington. Sementara kantor berita Fars dan Tasnim menyebut suasana negosiasi belum kondusif. Iran juga dikabarkan menjadikan pencabutan blokade AS sebagai syarat utama dimulainya dialog baru.
Kantor berita pemerintah IRNA menilai tuntutan Washington tidak realistis dan dalam kondisi sekarang belum ada prospek jelas bagi negosiasi yang bermanfaat.
Iran, AS, dan Israel kini tinggal tiga hari menuju akhir gencatan senjata dua pekan yang menghentikan perang regional.
Konflik itu bermula dari serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sejauh ini baru satu sesi perundingan berlangsung, yakni pada 11 April di Islamabad, Pakistan, selama 21 jam. Namun pembicaraan itu berakhir tanpa hasil konkret.
Trump mengaku telah menawarkan kesepakatan yang adil dan berharap Iran menerimanya. Namun ia juga kembali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran bila kesepakatan gagal tercapai.
Tekanan terhadap Trump meningkat sejak Iran menutup Selat Hormuz di awal perang. Jalur laut strategis tersebut menjadi rute seperlima distribusi minyak dan gas alam cair dunia sehingga penutupannya mengguncang ekonomi global.
Setelah gagal memaksa pembukaan selat, AS menerapkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran guna menekan pendapatan minyak Teheran. Trump juga menyatakan kapal kargo Iran bernama Touska berhasil dihentikan setelah kapal perusak AS menembak ruang mesinnya dan marinir kemudian mengamankan kapal tersebut.
Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4), namun menutupnya lagi sehari kemudian sebagai respons atas blokade AS.
Garda Revolusi Iran memperingatkan kapal mana pun yang melintas tanpa izin akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan bisa menjadi sasaran.
Pada Minggu pagi, data pelacakan pelayaran menunjukkan Selat Hormuz kosong dari kapal, menandakan tingginya risiko keamanan di jalur vital tersebut. (rds/hel)













