Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Perundingan, Iran Ancam Respons Militer

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Perundingan, Iran Ancam Respons Militer
Konflik Iran versus Amerika Serikat terus berlanjut meski kini ada gencatan senjata. (istock)

INDONESIAONLINE – Pemerintah Iran menilai keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata tidak memiliki arti bagi Teheran. Pernyataan itu disampaikan setelah Trump mengumumkan kelanjutan jeda konflik sekaligus meneruskan blokade terhadap pelabuhan Iran.

“Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa,” ujar penasihat ketua parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, seperti dikutip CNN, Rabu (22/4/2026).

Mohammadi mengkritik langkah Trump yang tetap menjalankan blokade  pelabuhan Iran meski masa gencatan senjata diperpanjang. Menurut dia, kebijakan tersebut tidak bisa dijawab melalui negosiasi, melainkan dengan tindakan militer.

“Pihak yang kalah tidak dapat mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer,” tegasnya.

Ia juga menuduh keputusan Washington memperpanjang gencatan senjata hanyalah strategi untuk membeli waktu sebelum melancarkan serangan baru ke wilayah Iran. “Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba,” ucap Mohammadi.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran akan diperpanjang tanpa batas waktu tertentu. Namun, ia menegaskan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diteruskan oleh militer AS.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Gencatan senjata antara AS dan Iran pertama diberlakukan pada 7 April dan seharusnya berakhir pada Rabu (22 April) hari ini. Trump menyatakan masa jeda konflik akan terus berlaku hingga proposal dari pihak Iran diajukan dan pembahasan selesai. (rds/hel)