Rahasia Sumur Zamzam Tak Pernah Surut sejak Zaman Nabi Ismail

Rahasia Sumur Zamzam Tak Pernah Surut sejak Zaman Nabi Ismail
Sumur Zamzam di kompleks Masjidil Haram di Makkah. (islami.co)

INDONESIAONLINE – Air Zamzam telah menjadi bagian penting dari perjalanan ibadah umat Islam sejak masa Nabi Ibrahim AS. Airnya terus diambil jutaan jemaah haji maupun umrah setiap tahun. Meski demikian, sumur Zamzam tetap mengalir dan tidak pernah kering.

Sumur Zamzam berada di kawasan Masjidil Haram, tepatnya di dekat Kakbah. Mata air tersebut diyakini muncul saat Siti Hajar berlari antara Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi Nabi Ismail AS yang kehausan.

Dikutip dari buku Menjadi Bijak & Bijaksana karya Ibnu Basyar, air Zamzam disebut memiliki keistimewaan luar biasa. Permukaan air sumur berada sekitar 10,6 kaki di bawah permukaan tanah. Saat dipompa tanpa henti selama 24 jam dengan kapasitas sangat besar, permukaan air memang turun. Namun setelah pompa dihentikan, air kembali ke level normal hanya dalam hitungan menit.

Disebutkan pula bahwa sekitar 690 juta liter air dapat dipompa dalam sehari dan sumur kembali terisi dalam waktu sekitar 11 menit. Hal inilah yang diyakini sebagai salah satu mukjizat Allah SWT karena sumur tetap stabil dan tidak meluap meski debit airnya sangat besar.

Sementara itu, penjelasan ilmiah disampaikan profesor geologi dan sumber daya air dari Institut Penelitian Afrika, Abbas Sharaqi. Menurut dia, air Zamzam tergolong air tanah yang dapat diperbarui atau renewable groundwater.
Ia menjelaskan bahwa sumber air Zamzam berasal dari resapan air hujan di wilayah Makkah. Kondisi geografis Makkah yang berupa daerah pegunungan membuat air hujan mengalir menuju lembah, termasuk Lembah Ibrahim tempat sumur Zamzam berada.

Karena mendapat pasokan alami dari siklus air tersebut, sumur Zamzam terus terisi kembali meski digunakan dalam jumlah sangat besar setiap hari. Wallahu a’lam. (hsa/hel)